Listrik PLN Melimpah, Operasi PLTU Batang Ditunda Akhir Tahun

Achmad Dwi Afriyadi - detikFinance
Senin, 18 Apr 2022 21:30 WIB
Pembangunan mega proyek PLTU 2x 1000 MW di Kabupaten Batang, Jawa Tengah kini telah mencapai 63%. Oktober 2019, PLTU ini akan dilakukan testing operasional.
Ilustrasi proyek PLTU Batang/Foto: Robby Bernardi
Jakarta -

Pengoperasian atau commercial operation date (COD) PLTU Batang di Jawa Tengah ditunda sementara hingga akhir tahun. Penundaan ini lantaran pasokan listrik yang berlebih atau oversupply pada PT PLN (Persero).

Mulanya, PLTU dengan total kapasitas 2.000 MW ini ditargetkan operasi akhir 2021 atau selambat-lambatnya awal 2022.

Presiden Direktur PT Adaro Energy Indonesia Tbk (ADRO) Garibaldi Thohir atau Boy Thohir menjelaskan pihaknya memang telah berdiskusi dengan PLN terkait masalah tersebut.

"Itu memang ada diskusi antara pihak kami dengan PLN bagaimana kita bisa berkolaborasi dengan PLN supaya memang PLTU Batang itu juga jangan segera onstream. Karena kalau misalnya segera onstrem bisa membebani PLN juga," katanya dalam Silaturahmi Virtual Ramadan Adaro, Senin (18/4/2022).

Dia menuturkan dengan berbagai pertimbangan COD PLTU Batang ditunda sampai akhir tahun ini. Harapannya, permintaan listrik kembali pulih.

"Nah untuk itulah dengan pertimbangan-pertimbangan yang strategis, kita memang COD-nya kita tunda lah, dan InsyaAllah nanti mungkin akhir tahun ini kita bisa mulai jalan. Sehingga memang di lain sisi mudah-mudahan demand daripada listrik di Indonesia dengan pulihnya ekonomi bisa meningkat dengan baik," ujarnya.

Boy Tohir menambahkan dengan permintaan listrik yang meningkat maka kelebihan listrik bisa terserap.

"Di lain sisi kelebihan daripada oversupply PLN bisa terserap. Terus di akhir tahun kalau PLTU Batang sudah jalan itu take or pay-nya juga istilahnya tidak memberatkan PLN," ujarnya.

(acd/hns)