Luhut Beberkan Potensi Besar Nikel di RI, Elon Musk Langsung Kepincut

Tim detikcom - detikFinance
Selasa, 26 Apr 2022 20:35 WIB
Jakarta -

Menteri Koordinator Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan berbagi cerita pertemuannya dengan CEO Tesla Elon Musk. Pertemuan keduanya berlangsung di Giga Factory Tesla di Austin, Texas, di sela-sela kunjungan kerja Luhut ke Amerika Serikat (AS).

Mengutip dari Instagram resminya @luhut.pandjaitan, Luhut tidak menyangka Elon Musk mau meluangkan waktu dan menyambutnya bersama rombongan dengan ramah. Pertemuan tersebut berlangsung kurang lebih satu jam, dan Luhut pun memaparkan bahan baku baterai kendaraan listrik sedang dieksplorasi di Indonesia.

"Saya tidak menyangka akan disambut dengan ramah dan bersahabat oleh CEO Tesla, Inc. Elon Musk di Giga Factory Tesla di Austin, Texas. Pertemuan ini memang yang pertama kalinya bagi saya dan Elon, tetapi sebetulnya komunikasi kami sudah terjalin selama dua tahun belakangan. Selama kurang lebih satu jam, saya menyampaikan potensi bahan baku baterai kendaraan listrik yang saat ini sedang kami eksplorasi terus lewat program hilirisasi mineral," ujar Luhut, Selasa (26/4/2022).

Menurut asisten Elon, kata Luhut, tidak biasanya Elo menerima tamu seperti kali ini. Alhasil, Luhut pun mengaku penasaran ada apa gerangan Elon mau menerima dirinya bersama rombongan?

Luhut sempat menduga, Elon mau menerima bersama rombongan lantaran mengagumin sosok Presiden Joko Widodo (Jokowi).

"Antusiasme dan ketertarikan saya lihat dari wajah nya, namun saya penasaran mengapa Elon yang beberapa waktu lalu agak sedikit kaku dengan beberapa "policy" terkait industri "electric vehicle" dan pengolahan nikel di Indonesia, kini bersemangat. Apakah karena cuaca hujan yang baru turun di Texas setelah sekian lama ini membawa berkat tersendiri bagi tim delegasi kami, ataukah memang sosok Presiden @jokowi yang dianggap Elon sebagai salah satu kepala negara yang "reputable" karena terbukti mampu menjaga ekonomi Indonesia tetap stabil meski dalam situasi pandemi?" terang Luhut

Terlepas dari hal tersebut, Luhut mengaku lega lantaran Elon Musk tertarik pada tawaran kerja sama setelah mendengar paparan tentang potensi besar industri nikel di Indonesia. Apalagi, bisa memasok kebutuhan baterai untuk kendaraan listrik.

Pasokan baterai tersebut, kata Luhut, tentunya juga sangat dibutuhkan Tesla.

"Yang paling melegakan bagi adalah saat Elon menyampaikan alasan ketertarikannya kepada kerja sama kali ini, yaitu karena paparan saya tentang potensi besar Industri Nikel di Indonesia yang mengubah persepsinya karena ia anggap sangat menjanjikan untuk mampu men-supply bahan baku baterai mobil listrik, yang sangat dibutuhkan oleh Tesla tentunya sebagai salah satu produsen kendaraan listrik ternama," tutur mantan Menko Polhukam itu.

Elon Musk akan mengubah agendanya demi bertemu Jokowi 14 Mei 2022 di AS. Langsung klik halaman berikutnya.