Adaro Siap 'Tinggalkan' Bisnis Batu Bara, Lirik Mobil Listrik

Achmad Dwi Afriyadi - detikFinance
Sabtu, 30 Apr 2022 13:00 WIB
Boy Thohir
Foto: 20detik
Jakarta -

Presiden Direktur PT Adaro Energy Indonesia Tbk Garibaldi Thohir bicara mengenai masa depan bisnis batu bara. Ia mengatakan, bisnis batu bara perlahan akan susut seiring dengan habisnya cadangan batu bara.

Hal ini juga sejalan dengan dorongan global untuk beralih ke energi yang lebih bersih.

"Bukan ditinggalkan, tapi otomatis, karena kan yang namanya cadangan batu bara itu akan habis. 20--25 tahun dari sekarang cadangan batu baranya Adaro akan habis," katanya dalam Ask d'Boss detikcom, Sabtu (30/4/2022).

Pria yang akrab disapa Boy Thohir itu pun memperkirakan, dalam 10 tahun depan, sektor non batu bara akan berkontribusi sebanyak 50% dari bisnis Adaro Group.

"Dalam bayangan saya, dalam waktu-waktu yang bersamaan ada double engine yang menopang Adaro Group. Saya kalau bicara 50:50 mungkin 10 tahun dari sekarang saya yakin yang non coal itu bisa meng-contribute 50% daripada revenue-nya Adaro," katanya,

Ia menerangkan, Adaro sendiri akan melakukan transformasi menuju ke energi yang lebih hijau atau bersih. Transformasi ini terbagi dalam beberapa tahap yakni jangka pendek, menengah dan jangka panjang.

Dalam waktu dekat, pihaknya akan fokus pada pembangunan smelter aluminium. Langkah itu dilakukan perusahaan untuk menangkap peluang dari perkembangan kendaraan listrik.

"Di dalam waktu dekat ini, memang kita lebih fokus untuk ke aluminium. Makanya kita akan bikin Adaro green aluminium smelter di Kalimantan Utara. Kenapa juga aluminium karena kalau kita lihat, ke depan electric vehicle ini akan maju, akan leading. Ini ya ke depan suka tidak suka, itu electric vehicle akan mendominasi dunia," paparnya.

"Nah dari situ kita lihat, bahwa dari electric vehicle itu semuanya memerlukan aluminium mulai dari sasis, dari bodinya, semuanya segala macam. Jadi begitu saya melihat trennya akan ke sana. Adaro punya pengalaman di tambang, Adaro punya kemampuan finansial, Adaro mempunyai visi, kita masuk ke situ. Nah ini insyaallah, dalam waktu paling lama 3 tahun ini bisa terealisasi," sambung kakak Menteri BUMN tersebut.

(acd/eds)