Ada Harta Karun Baru di RI! 2 Miliar Ton Emas dan Tembaga Dekat Mandalika

Fadhly Fauzi Rachman - detikFinance
Rabu, 04 Mei 2022 08:00 WIB
Merasakan sensi memasuki lorong tambang emas di Gunung Pongkor, Jawa Barat sungguh menakjubkan. Di perut bumi inilah logam mulia itu dihasilkan.
Ilustrasi Tambang Emas di Indonesia/Foto: Dikhy Sasra
Jakarta -

Indonesia kembali menemukan harta karun tersembunyi yang tak ternilai harganya. Koleksi harta karun Indonesia baru-baru ini bertambah setelah ditemukannya potensi sumber daya tembaga dan emas Onto di Kecamatan Hu'u, Kabupaten Dompu, Nusa Tenggara Barat.

Penemuan ini diperkirakan memiliki total potensi sumber daya mineral Tertunjuk sebesar 1,1 miliar ton tembaga dan emas. Sedangkan untuk total potensi sumber daya mineral Tereka juga sebesar 1 miliar ton tembaga da emas.

Dengan demikian, bila ditotal proyeksi sumber daya mineral ini memiliki potensi lebih dari 2 miliar ton. Jumlah ini jauh lebih tinggi dibanding penemuan pada Desember 2019 lalu.

Sebelumnya pada Desember 2019, PT Sumbawa Timur Mining (STM) sempat mengumumkan bahwa total potensi sumber daya tembaga-emas Onto mencapai 1,72 miliar ton. Dengan demikian, perkiraan potensi sumber daya mineral Onto per Desember 2021 meningkatkan sebesar 0,4 miliar ton atau sekitar 20% dibandingkan dengan per Desember 2019.

"Perkiraan potensi sumber daya mineral terbaru ini memperkuat keyakinan kami bahwa sumber daya mineral Onto memiliki potensi untuk dikembangkan menjadi sebuah operasi pertambangan tembaga kelas dunia," ujar Presiden Direktur PT Sumbawa Timur Mining (STM) Bede Evans dalam siaran persnya, ditulis Rabu (3/5/2022).

"Perkiraan terbaru ini juga telah memberikan optimisme bagi para pemegang saham STM dan seluruh tim STM, namun dengan tetap menerapkan kehati-hatian sejalan dengan perkembangan Proyek Hu'u untuk memasuki tahapan pengembangan proyek lebih lanjut," jelasnya lagi.

Perlu diketahui bahwa potensi sumber daya mineral Onto merupakan bagian dari Proyek Hu'u milik STM yang merupakan pemegang Kontrak Karya (KK) generasi ke-7 yang ditandatangani Pemerintah Indonesia pada 19 Februari 1998, berlokasi di Kecamatan Hu'u, Kabupaten Dompu dan Bima, Nusa Tenggara Barat.

STM sendiri telah melakukan kegiatan eksplorasi di dalam kawasan KK Proyek Hu'u sejak tahun 2010. Perkiraan potensi sumber daya mineral yang diumumkan hari ini adalah hasil dari analisa 74 lubang pemboran, dengan total kedalaman 74.130 meter yang dibor ke dalam potensi sumber daya mineral Onto.

Pengeboran akan terus dilanjutkan pada tahun 2022 dan seterusnya, untuk mendukung studi lebih lanjut guna menentukan ukuran, luas dan karakteristik potensi sumber daya mineral Onto dan memberikan data yang lebih lengkap untuk digunakan dalam berbagai studi teknik Proyek Hu'u.

Sampai dengan saat ini, secara total, STM telah menyelesaikan 108 lubang bor (total kedalaman 115.591 meter) di dalam kawasan KK (di Onto dan prospek lain) sejak eksplorasi dimulai pada tahun 2010.

(fdl/fdl)