Stok Kilang Mencukupi, Tidak Ada Pembelian Minyak dari Rusia

Danang Sugianto - detikFinance
Jumat, 06 Mei 2022 18:25 WIB
PT Pertamina (Persero) kembangkan Kilang Balikpapan yang tahun ini berusia 100 tahun. Pengembangan kilang ini diharapkan dapat memangkas impor BBM.
Dirut Pertamina Nicke Widyawati (Foto: Iswahyudi/detikcom)
Jakarta -

Konflik Rusia-Ukraina merembet pada masalah jual beli minyak dan gas. Sanksi yang diberikan negara barat dan beberapa perusahaan membuat Rusia kewalahan dalam menjual minyak dan gasnya.

Rusia pun bersedia menjual minyak dan gasnya dengan harga nego. Hal itu membuat beberapa perusahaan migas kepincut, salah satunya PT Pertamina (Persero).

Direktur Utama PT Pertamina Nicke Widyawati pernah menyatakan bahwa BUMN yang dipimpinnya itu melihat adanya potensi pembelian minyak dari Rusia. Hal itu disampaikannya dalam Rapat Dengar Pendapat dengan Komisi VI DPR pada Maret kemarin.

Namun hari ini Nicke menegaskan bahwa Pertamina hingga saat ini belum ada pembelian minyak dari Rusia.

"Kita tidak beli dari Rusia. Karena ternyata cukup stok kita kalau kita lihat kilang-kilang kita," tuturnya di Graha Pertamina, Jakarta, Jumat (6/5/2022).

Nicke memastikan bahwa stok BBM di kilang-kilang Pertamina masih mencukupi untuk memenuhi kebutuhan Indonesia. Hal itulah yang menjadi alasan Pertamina tidak membeli minyak Rusia.

Nicke sendiri memang tengah mengerem impor minyak yang dilakukan Pertamina. Salah satu tujuannya untuk menjaga efisiensi.

"Seluruh efisiensi yang kita lakukan mencapai US$ 800 juta, itu membantu kinerja keuangan kami," ucapnya dalam kesempatan yang sama.

Sebelumnya Nicke pernah mengatakan bahwa Pertamina sempat melihat potensi untuk membeli minyak Rusia. Hal ini dilakukan setelah perbaikan atau revamping kilang di Balongan, Indramayu, Jawa Barat selesai.

"Dengan revamping ini maka Balongan lebih terbuka lebih fleksibel menggunakan crude apapun. Di tengah situasi geopolitik, kita melihat ada opportunity untuk membeli dari Rusia dengan harga yang baik Pak Taufik sudah approach," dalam Rapat Pendapat dengan Komisi VI DPR Senin (28/3/2022).

Sementara kilang sebelum diperbaiki, diakui belum bisa menerima semua jenis minyak mentah dengan sulfur rendah dan mahal. Jadi diharapkan setelah diperbaiki lebih bisa menerima semua jenis minyak.

(das/dna)