Sederet Jurus Pertamina Amankan Pasokan BBM Saat Arus Balik

Danang Sugianto - detikFinance
Sabtu, 07 Mei 2022 08:31 WIB
Direktur Utama Pertamina Nicke Widyawati memantau langsung ketersediaan dan penyaluran Bahan Bakar Minyak (BBM) untuk arus balik mudik Lebaran Idul Fitri lewat Pertamina Integrated Enterprise Data and Center Command (PIEDCC).
Sederet Jurus Pertamina Amankan Pasokan BBM Saat Arus Balik/Foto: Dok. Pertamina
Jakarta -

PT Pertamina (Persero) mencatat pada arus mudik Lebaran terjadi peningkatan penjualan bahan bakar minyak (BBM) hingga 41%. Angka itu jauh lebih tinggi dari peningkatan pada masa mudik tahun-tahun sebelumnya yang hanya sebesar 11%.

Sementara untuk arus balik, Pertamina memperkirakan konsumsi BBM meningkat hingga 36%. Perkiraan peningkatan itu terjadi pada masa puncak yang diprediksi terjadi pada akhir pekan ini.

Direktur Utama Pertamina Nicke Widyawati mengatakan, perkirakan peningatan penjualan BBM itu akan terjadi bukan hanya di SPBU di dalam tol tapi juga di jalan non tol.

"Karena ketika jalan tol ada ganjil genap, kendaraan ini juga melalui Pantura, jalan selatan, tengah. Jadi artinya ini merata. Jadi kita pun tambah lagi baik suplai maupun infrastruktur untuk distribusi," tuturnya di Grha Pertamina, Jakarta Pusat, Jumat (6/4/2022).

Untuk mengatasi lonjakan permintaan BBM di masa mudik Lebaran 2022 ini Pertamina sudah melakukan penambahan 560 unit mobil tangki yang setara 5.906 kilo liter (KL) BBM. Sementara dalam kondisi normalnya Pertamina menyediakan 3.250 unit mobil tangki yang setara kapasitas 60.399 KL.

Selain itu ada juga penambahan 480 orang sebagai awak mobil tangki. Sementara dalam kondisi normalnya yang bertugas 11.660 orang awak mobil tangki.

Untuk strateginya Pertamina memanfaatkan momentum kondisi jalan yang minim pemudik untuk melakukan build up stok SPBU demi menghindari mobil tangki yang terjebak macet.

Kemudian melakukan pemantauan harian permintaan pengiriman SPBU vs kapasitas angkut mobil tangki, jumlah awak mobil tangki dan mobil tangki yang beroperasi itu sendiri.

Pertamina juga melakukan pemantauan stok SPBU secara real time untuk penentuan tambahan pengiriman BBM di luar jadwal. Seluruh pemantauan itu dilakukan Pertamina melalui markas khusus yang bernama PIDCC (Pertamina Integrated Enterprise Data & Command Center).

Lewat PIDCC, Pertamina dan Satgas Rafi (Ramadhan dan Idul Fitril) 2022 bisa memantau seluruh kegiatan penyaluran BBM dan LPG selama arus mudik. Mulai dari stok di kilang, pengiriman melalui kapal, hingga distribusi dan penjualan BBM di SPBU.

"Dan Alhamdulillah semua jalur baik mudik wisata dan jalur rawan bencana bisa kita amankan. Jadi ada 1.370 SPBU yang betul-betul kita motor dalam kondisi siaga. Jadi jalur utama untuk mudik, wisata, dan jalur rawan bencana," kata Nicke.

Selain itu Pertamina juga mengerahkan sederet pengganti SPBU seperti SPBU siaga, kiosk Pertamina Siaga sebanyak 86 unit, motorist atau layanan pengiriman BBM menggunakan motor sebanyak 339 unit dan mobil tangki standby sebanyak 154 unit.

(das/ara)