Bos Freeport Bicara Rencana Jokowi Bangun 'Bank Emas' di RI

Aulia Damayanti - detikFinance
Selasa, 10 Mei 2022 16:36 WIB
Tony Wenas
Presdir PTFI Tony Wenas/Foto: Rachman Haryanto
Jakarta -

Smelter tembaga yang baru milik PT Freeport Indonesia di Gresik akan memproduksi produk hilirisasi, di antaranya katoda tembaga hingga emas. Presiden Direktur PTFI Tony Wenas mengatakan hal tersebut ada hubungannya dengan rencana pembangunan bank emas atau bullion bank di Indonesia.

"Tentu saja ada hubungannya (dengan bullion bank) karena ada supply-nya di dalam negeri. Jadi emas yang akan kita produksi tadi saya sampaikan sekitar 35-50 ton tergantung kadar di tambangnya. Itu tentu saja akan sangat berguna untuk menjadi sumber atau funding untuk bullion bank itu sendiri," katanya saat wawancara bersama detiknetwork beberapa waktu lalu, dikutip Selasa (10/5/2022).

Mengenai bagaimana mekanismenya akan bergantung pada kebijakan pemerintah. Tony juga mengatakan rencana soal bullion bank itu bukan hanya sekedar wacana semata, tetapi ada kesediaan atau inventaris oleh perusahaan tambang yang memproduksi emas di Indonesia.

"Tetapi wacana itu sudah dibicarakan bukan hanya sekedar wacana, sudah di inventaris dan bukan PTFI saja yang memproduksi emas di Indonesia, ada cukup banyak perusahaan tambang emas," ungkapnya.

Tony mengatakan Indonesia akan beruntung jika membangun bullion bank, mengingat bahan baku untuk pembuatan emas melimpah di tanah air ini.

"Bagaimana pemerintah mengatasinya? Nah itu masih subject to review ya masih tergantung dengan bagaimana mekanisme yang akan diatur oleh pemerintah seperti apa. Tetapi paling tidak source-nya ada ini. Tinggal mekanismenya diatur seperti apa," ujarnya.

Untuk produksi smelter tembaga baru di Gresik disebut akan memproduksi kira kira 500 sampai 600 ton katoda tembaga, dan juga 35-50 ton emas per tahun.

"Jadi smelter tembaga itu akan menghasilkan katoda tembaga dan juga kita membangun fasilitas yang namanya precious metal refining," ungkapnya.

Nantinya akan ada pengolahan emas dan peraknya menjadi emas dan perak batangan. "Nanti juga diproduksi juga emas dan perak batangan untuk nanti langsung dijual pada customer, kemungkinan besar Antam yang akan meng-off take," tutupnya.

(eds/eds)