Bikin Serangan Balasan, Ukraina Rebut Rute Pipa Gas Rusia ke Eropa

ADVERTISEMENT

Bikin Serangan Balasan, Ukraina Rebut Rute Pipa Gas Rusia ke Eropa

Shafira Cendra Arini - detikFinance
Rabu, 11 Mei 2022 17:07 WIB
Menteri Ekonomi: Jerman Bisa Lewati Musim Dingin Tanpa Gas Rusia
Foto: DW (News)
Jakarta -

Aliran gas Rusia ke Eropa melalui titik transit utama di Ukraina mengering pada Rabu (11/05/2022), dilansir dari Reuters. Di saat yang bersamaan, Kyiv mengklaim keuntungan medan perang atas invasi pasukan Rusia, termasuk merebut kembali empat desa di sekitar kota kedua Kharkiv.

Meskipun pada 24 Februari 2022 Presiden Vladimir Putin telah memerintahkan apa yang disebutnya "operasi militer khusus", Ukraina tetap menjadi rute utama gas Rusia ke Eropa. Menyalahkan tindak campur tangan pasukan pendudukan Rusia atas penangguhan yang dilakukan, operator gas Ukraina mengatakan pada hari Selasa bahwa pihaknya akan mengalihkan gas dari titik transit Sokhranivka, yang berada di daerah yang diduduki pasukan Rusia, ke daerah yang dikuasai Ukraina.

Data dari operator jaringan pada Rabu pagi menunjukkan bahwa nominasi gas Rusia yang melalui titik transit bernilai nol.

Sejak Rusia dipaksa untuk meninggalkan serangan di ibukota Kyiv pada akhir Maret, pasukan utamanya telah berusaha untuk mengepung pasukan Ukraina di wilayah Donbas Timur, menggunakan kota Izyum dekat Kharkiv, di timur laut, sebagai pangkalan. Putin tampaknya bersiap untuk konflik yang panjang, dan kemenangan Rusia di wilayah Donbas mungkin tidak akan mengakhiri perang, kata Direktur Intelijen Nasional AS Avril Haines di Washington, Selasa (10/05/2022).

Tetapi serangan balik di dekat Kharkiv bisa jadi menandakan fase baru, dengan Ukraina melakukan perlawanan dan jalur pasokan ke Rusia saat ini berpotensi untuk dilemahkan. Presiden Volodymyr Zelenskiy mengatakan keberhasilan Ukraina secara bertahap mendorong pasukan Rusia keluar dari Kharkiv, yang telah dibombardir sejak perang dimulai.

"Tetapi saya juga ingin menghimbau kepada seluruh masyarakat kita... untuk tidak menunjukkan emosi yang berlebihan. Kita seharusnya tidak menciptakan suasana dengan tekanan moral yang berlebihan, di mana kemenangan diharapkan setiap minggu dan bahkan setiap hari, "kata Zelenskiy dalam pidato video, dilansir dari Reuters.

Hingga saat ini, serangan Rusia masih terus berlanjut. Pasukan Rusia berusaha untuk mencegah pasukan Ukraina bergerak menuju perbatasan di wilayah Kharkiv dan berusaha untuk sepenuhnya mengambil alih kota Rubizhne, kata staf umum Ukraina pada Rabu pagi, dilansir dari Reuters. Penjaga perbatasan Ukraina melaporkan pasukan Rusia menembaki daerah Sumy dan Chernihiv dekat perbatasan.

"Pesawat musuh meluncurkan rudal tak terpandu sebanyak dua kali di daerah perbatasan Sumy. Ada juga dua kasus penembakan mortir di wilayah Chernihiv," kata mereka di saluran Telegram mereka, dilansir dari Reuters, Rabu (11/10/2022).

Bersambung ke halaman selanjutnya.

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT