Harga Pertamax Naik Bikin Konsumen Geser ke Pertalite

Achmad Dwi Afriyadi - detikFinance
Kamis, 12 Mei 2022 06:45 WIB
PT Pertamina (Persero) sudah siap untuk menjual produk bensin terbarunya yakni Pertalite. Bensin RON 90 ini akan dijual pertamakali di SPBU Coco, Abdul Muis, Jakarta pada Jumat (24/7/2015) mendatang. Petugas beraktivitas di SPBU Coco, Abdul Muis, Jakarta, Selasa (21/7/2015). Pada Jumat (24/7/2015) mendatang, SPBU ini siap menjual Pertalite RON 90.  Hasan Al Habshy/detikcom.
Harga Pertamax Naik Bikin Konsumen Geser ke Pertalite/Foto: Hasan Al Habshy
Jakarta -

Konsumsi BBM khususnya jenis Pertalite mengalami lonjakan yang signifikan selama mudik Lebaran. Kenaikan ini tak lepas dari tingginya minat masyarakat ke kampung halaman.

Tak cuma itu, tingginya konsumsi Pertalite juga dipicu oleh peralihan dari penggunaan Pertamax. Sebab, harga Pertamax mengalami kenaikan beberapa waktu lalu.

"Sebenarnya memang kami akui bahwasanya sudah ada shifting dari Pertamax ke Pertalite sebelum arus mudik ini, yaitu ketika adanya kenaikan harga Pertamax. Jadi sudah ada yang mulai shifting di situ beberapa persen gitu," kata Direktur Utama PT Pertamina Patra Niaga Sub Holding Commercial & Trading PT Pertamina (Persero), Alfian Nasution dalam konferensi pers, Rabu (11/5/2022).

Pada kesempatan yang sama, Kepala BPH Migas Erika Retnowati menjelaskan secara nasional konsumsi gasoline naik 26% saat mudik. Kenaikan tertinggi terjadi pada 1 Mei 2022 mencapai 36%.

"Secara umum saya sampaikan di sini bahwa secara nasional konsumsi gasoline mengalami kenaikan sekitar 26%, dan penyaluran tertinggi ini terjadi pada H-1 Idul Fitri yaitu pada tanggal 1 Mei sebesar 36% daripada penjualan normal. Sedangkan untuk gasoil itu turun 13% dari sales normal," katanya.

Bahan bakar yang mengalami kenaikan sangat tinggi ialah jenis Pertalite. "Khusus BBM Pertalite itu kenaikannya sangat tinggi sebesar 46% pada H-1, itu adalah penyaluran tertinggi untuk Pertalite," sambungnya.

Sementara, saat arus balik gasoline mengalami kenaikan secara nasional sebesar 12%. Kenaikan tertinggi terjadi pada 5 Mei atau H+3 yakni sebesar 29% terhadap penjualan normal.

Dia menambahkan, kenaikan konsumsi ini jauh di atas prediksi sebelumnya. Khususnya untuk arus mudik yang sebelumnya diramal naik hanya 11%.

"Jadi memang kenaikannya sangat luar biasa dan ini jauh di atas prediksi, kemarin kalau nggak salah di awal kita memprediksikan akan terjadi kenaikan sekitar 11% namun ternyata kenaikannya sampai 26% pada saat arus mudik, dan 29% saat arus balik," ujarnya.

(acd/ara)