Anak Usaha Delta Dunia Makmur Teken Kontrak Tambang Batu Baru di Australia

Dea Duta Aulia - detikFinance
Sabtu, 14 Mei 2022 22:16 WIB
Sebuah kapal tongkang pengangkut batu bara melintas di Sungai Musi, Palembang, Sumatera Selatan, Jumat (14/1/2022). Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menetapkan target produksi batu bara 2022 mencapai 663 juta ton yang diperuntukkan untuk konsumsi domestik/domestik market obligation (DMO)  sebesar 165,7 juta ton sedangkan sisanya 497,2 juta ton akan mengisi pasar ekspor. ANTARA FOTO/Nova Wahyudi/rwa.
Ilustrasi batu bara/Foto: ANTARA FOTO/NOVA WAHYUDI
Jakarta -

Anak perusahaan PT Delta Dunia Makmur Tbk (DOID), yakni PT Bukit Makmur Mandiri Utama (BUMA) melalui BUMA Australia Pty Ltd akan melakukan penambangan baru untuk Bowen Coking Coal, perusahaan yang terdaftar di Bursa Efek Australia (ASX). Proyek tersebut nantinya akan menambang batu bara kokas semi keras Broadmeadow East dengan nilai AUD 320 juta untuk jangka waktu 3 tahun dan opsi perpanjangan 1 tahun.

Presiden Direktur PT Delta Dunia Makmur Tbk Ronald Sutardja menjelaskan proyek tersebut terletak 25 km timur laut dari kota Moranbah di dalam Central Bowen Basin Queensland. Nantinya proyek ini akan memproduksi 4,8 Mtpa batu bara ROM selama empat tahun.

"Kinerja dan rekam jejak BUMA Australia telah memperkuat hubungan dengan klien kami yang sudah ada. Kekuatan bisnis Perseroan memungkinkan kami untuk terus mencari kontrak-kontrak baru. Kami berterima kasih kepada seluruh tim BUMA Australia karena berhasil mengamankan kontrak kedua dalam lima bulan terakhir sejak akuisisi kami atas Downer Mining East pada Desember tahun lalu," katanya dalam keterangan tertulis, Sabtu (14/5/2022).

Ia menjelaskan secara rekam jejak, BUMA Australia telah beroperasi selama 10 tahun di tambang batu bara kokas Blackwater BMA dan 14 tahun di kokas Goonyella BMA. Sementara pada 22 Februari 2022 lalu, pihaknya telah mendapatkan perpanjangan kontrak baru senilai AUD 550 juta selama 5 tahun di tambang Blackwater BMA.

"Kontrak baru ini pun menegaskan strategi Delta Dunia Makmur untuk tetap berkomitmen menyediakan layanan pertambangan dari hulu ke hilir dan terus memperkuat lini bisnis di Indonesia dan Australia," katanya.

Tak hanya terkait terobosan tersebut saja, Ronald Sutardja turut menjabarkan sejumlah pencapaian yang telah diperoleh oleh Delta Dunia Makmur sepanjang 2021 lalu.

Dari sisi pemasukan, ia menuturkan pendapatan dan EBITDA masing-masing naik 51% dan 43% YoY menjadi USD 911 juta dan USD 234 juta. Untuk volume pengupasan lapisan tanah penutup turut menghadirkan kinerja positif.

"Volume pengupasan lapisan tanah penutup atau overburden removal (OB) dan produksi batu bara meningkat secara YoY masing-masing sebesar 16% dan 19% menjadi 326 juta BCM dan 54 juta ton batu bara," ungkapnya.

Ia menjelaskan pihaknya turut aktif mengelola posisi pendanaan dengan lebih dari 60% kewajiban jatuh tempo pada 2026 atau lebih. Serta menyelesaikan penambahan lebih dari 880 juta BCM overburden removal dan lebih dari 119 juta ton produksi batu bara ke dalam buku pesanannya melalui kontrak baru dan perpanjangan kontrak.

Perseroan pun telah menyelesaikan akuisisi Downer Mining East dan kontraktor pertambangan Tier 1 Australia yang bisa meningkatkan BCM serta pendapatan tahunan hingga 50%.

"Perseroan memulai diversifikasi komoditas, melalui akuisisi 15,4% saham Asiamet Resources dengan portofolio proyek tembaga dan polimetalik di Indonesia," tutupnya.

(ncm/ega)