Harga BBM Cetak Rekor Tertinggi Lagi! Dompet Warga AS Bisa Makin Tipis

Aldiansyah Nurrahman - detikFinance
Selasa, 17 Mei 2022 08:40 WIB
People stand near a pump at a Shell gas station, Tuesday, June 29, 2021, near downtown Seattle. (AP Photo/Ted S. Warren)
Warga AS Pusing, Harga BBM Bikin Dompet Kering/Foto: AP Photo/Ted S. Warren
Jakarta -

Harga bahan bakar minyak (BBM) terus memecahkan rekor tertinggi menjelang akhir pekan peringatan Hari Pahlawan atau Memorial Day di Amerika Serikat (AS).

American Automobile Association (AAA) menyampaikan secara nasional, rata-rata harga BBM di AS dengan oktan (RON) 87 mencapai rekor baru US$ 4,48 atau Rp 65.632 (kurs Rp 14.650) per galon (1 galon sekitar 3,7 liter) Senin (17/5/2022) waktu setempat.

Harga BBM di AS naik 15 sen dalam seminggu terakhir dan 40 sen dalam sebulan. Harga BBM di AS sudah naik 27% dari sebelum Rusia menginvasi Ukraina.

"Semuanya mengarah ke harga yang lebih tinggi. Kami sedang dalam perjalanan menuju US$ 5," kata Presiden Lipow Oil Associates, Andy Lipow dikutip dari CNN, Selasa (17/5/2022).

Lipow menaikkan perkiraan harga BBM dari semula US$ 4,50 (Rp 65.925) menjadi US$ 4,75 (Rp 69.587) per galon. Hal itu berarti pada akhir pekan Memorial Day, para pengendara akan disambut oleh rekor harga BBM tertinggi.

Ia juga mengungkapkan harga BBM jenis regular itu mencapai US$ 5 mungkin terjadi, meskipun dia mengakui perkiraannya bisa saja berubah jika ada perkembangan yang mengejutkan dalam perang di Ukraina atau dengan COVID-19.

Menurut AAA, harga rata-rata BBM sudah di atas US$ 5 per galon di empat negara bagian AS, yakni California, Washington, Nevada, dan Hawaii. Sementara Oregon hanya berjarak satu sen.

Lonjakan harga BBM memperburuk inflasi yang dihadapi keluarga dan ekonomi di AS secara luas. Pasalnya, pasokan BBM masih belum bisa memenuhi permintaan, terutama untuk bensin, solar, dan produk minyak lainnya. Bensin berjangka melonjak ke rekor tertinggi baru pada Senin.

Kabar baiknya, menurut Lipow, produksi bensin akan meningkat dalam beberapa minggu mendatang karena kilang AS sudah selesai melakukan perawatan. Sedangkan, berita buruknya adalah harga minyak tetap tinggi.

Harga minyak AS melonjak 3,4% menjadi US$ 114,20 per barel, penutupan tertinggi sejak 23 Maret. Harga minyak mentah Brent, patokan dunia, naik sekitar 3% menjadi US$ 114,50 per barel dalam perdagangan baru-baru ini.

Simak Video: AS Lepas 180 Juta Barel Cadangan Minyak Nasional Tekan Harga BBM

[Gambas:Video 20detik]



(ara/ara)