Aduh! Subsidi dan Kompensasi BBM Hingga Listrik Bengkak Jadi Rp 443,6 T

Anisa Indraini - detikFinance
Kamis, 19 Mei 2022 12:53 WIB
Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati hadir dalam rapat kerja bersama Komisi XI DPR RI. Rapat itu membahas pagu indikatif Kementerian Keuangan dalam RAPBN 2022
Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati/Foto: Rengga Sancaya
Jakarta -

Lonjakan harga minyak dunia memberi efek negatif terhadap anggaran pendapatan dan belanja negara (APBN). Belanja subsidi dan kompensasi bahan bakar minyak (BBM), LPG, serta listrik melonjak sangat tinggi.

"Subsidi dan kompensasi melonjak sangat tinggi dari Rp 152,5 triliun jadi Rp 443,6 triliun atau naik Rp 291 triliun," kata Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati dalam rapat kerja bersama Badan Anggaran DPR RI, Kamis (19/5/2022).

Lebih rinci dijelaskan bahwa subsidi energi bertambah Rp 74,9 triliun menjadi Rp 208,9 triliun dan kompensasi bertambah Rp 216,1 triliun menjadi Rp 234,6 triliun.

Masing-masing dari subsidi energi merupakan untuk BBM dan LPG sebesar Rp 149,4 triliun dan listrik Rp 59,6 triliun. Sementara kompensasi dialokasikan untuk BBM Rp 213,2 triliun yang terdiri dari Solar dan Pertalite, serta listrik Rp 21,4 triliun.

Kenaikan itu akibat melonjaknya harga minyak mentah Indonesia (Indonesian Crude Price/ICP) yang sebelumnya diasumsikan US$ 63 per barel, realisasinya kini sudah di atas US$ 100 per barel. Penambahan kompensasi dan subsidi di atas merupakan asumsi jika ICP US$ 100 per barel.

Simak juga video 'Sri Mulyani: Inflasi Dekati 4%, Pertumbuhan Ekonomi Mungkin Tertekan':

[Gambas:Video 20detik]



(aid/ara)