Harga Komoditas Melonjak, Subsidi BBM Membengkak

Sylke Febrina Laucereno - detikFinance
Senin, 23 Mei 2022 17:44 WIB
Ancaman Subsidi di Era Jokowi
Ilustrasi/Foto: Tim Infografis: Andhika Akbarayansyah
Jakarta -

Pemerintah telah menyalurkan subsidi untuk berbagai sektor. Subsidi untuk energi sendiri mengalami kenaikan pada April 2022.

Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati menjelaskan naiknya belanja subsidi energi dipengaruhi oleh kenaikan ICP, percepatan pencairan kurang bayar subsidi energi, dan peningkatan volume penyaluran barang bersubsidi.

"Kenaikan harga komoditas berdampak terhadap meningkatnya beban subsidi BBM dan LPG. Realisasi subsidi BBM dan LPG sampai dengan April 2022 sudah mencapai 44% dari pagu APBN 2022," kata dia dalam konferensi pers APBN KiTa, Senin (23/5/2022).

Dia mengungkapkan kompensasi BBM Rp 18,1 triliun (belanja lain lain) telah dibayarkan untuk memenuhi kewajiban pemerintah atas penugasan penyediaan pasokan BBM dalam negeri.

Per 30 April 2022 subsidi reguler tercatat Rp 46,45 triliun. Realisasi penyaluran per 2022 BBM (solar dan minyak tanah 4,1 juta kiloliter), LPG 3 kg 1,9 juta MT, pelanggan listrik bersubsidi 38,4 juta, pupuk 3 juta ton, debitur KUR 2,7 juta, kredit KUR Rp 125,6 triliun, dan subsidi perumahan 38,4 ribu unit.

Sri Mulyani mengungkapkan Kamis pekan lalu pemerintah sudah mendapat persetujuan DPR untuk menambah alokasi subsidi dan kompensasi.

Untuk tahun ini pemerintah akan membayarkan tambahan subsidi Rp 74,9 triliun yaitu BBM dan LPG Rp 71,8 triliun sedangkan untuk listrik Rp 3,1 triliun.

"Ditambah lagi kompensasi yang di mana kita mohon kepada DPR untuk menyetujui Rp 227 triliun untuk tambah kompensasi BBM untuk tahun ini Rp 194,7 triliun maupun kompensasi tahun lalu Rp 83,8 triliun yang bisa dibayarkan," kata Sri Mulyani.

Kemudian untuk listrik, tambahan dan kompensasi tahun lalu Rp 24,6 triliun diharapkan bisa dibayarkan tahun ini.

(kil/eds)