Laporan dari Davos

Swiss Minta RI Pasok Gas untuk Eropa, Airlangga: Kita Juga Butuh

Zulfi Suhendra - detikFinance
Selasa, 24 Mei 2022 07:50 WIB
Airlangga Hartarto
Foto: Kemenko Perekonomian
Davos -

Pemerintah Swiss meminta Indonesia untuk memasok gas ke negara di Eropa karena negara tersebut sedang kesulitan pasokan imbas sanksi terhadap Rusia. Bagaimana sikap pemerintah Indonesia?

Menteri Koordinator bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan untuk saat ini Indonesia belum bisa memenuhi permintaan pemerintah Swiss tersebut. Pasalnya, kebutuhan nasional pun masih besar.

"Indonesia sendiri membutuhkan gas, terutama sekarang yang naik adalah harga pupuk. Seperti Pupuk Iskandar Muda membutuhkan banyak gas. Jadi kita lebih mementingkan kepentingan nasional," ujar Airlangga ditemui di sela rangkaian acara World Economic Forum di Davos, Swiss, Senin (23/5/2022) waktu setempat.

Airlangga mengakui salah satu persoalan paling besar yang tengah dihadapi negara Eropa adalah pasokan gas, karena gasnya sebagian besar dipasok dari Rusia.

Meski begitu, Airlangga menjelaskan persoalan memasok gas bukan perkara yang mudah. Perlu ada upaya jangka panjang bila Indonesia mau membantu memenuhi pasokan gas negara Eropa.

"Karena nature daripada gas adalah long term contract. Tidak berbasis spot. Yang kedua limited capacity, jadi seperti gas atau minyak tidak bisa langsung saja punya akses tetapi harus ada investasi eksplorasi," kata Airlangga.

Sebelumnya diberitakan, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Arifin Tasrif melakukan pertemuan bilateral dengan Kepala Departemen/Menteri Lingkungan, Transportasi, Energi dan Komunikasi Swiss Simonetta Sommaruga.

Arifin mengatakan, salah satu hal yang dibahas dalam pertemuan itu adalah mengenai pasokan gas ke Uni Eropa yang terganggu, imbas dari invasi Rusia ke Ukraina. Sejumlah negara di Eropa menyetop pembelian gas ke Rusia sebagai bentuk sanksi kepada negara yang dipimpin Vladimir Putin itu.

"Dibahas mengenai persoalan energi saat ini, di mana konflik yang terjadi saat ini menyebabkan harga energi naik dan kesulitan supply. Menanyakan kemungkinan Indonesia untuk bisa mengalokasikan LNG-nya untuk Eropa," ujar Arifin ditemui usai pertemuan di House of Swiss, Davos, Swiss, Minggu (23/5/2022).

Lalu, apakah Indonesia bisa mengalokasikan pasokan gas untuk Eropa?

"Saya bilang kita akan berupaya untuk bisa mengalokasikan, tentu saja harus melalui pengaturan kargo. Saya juga menyampaikan bahwa Indonesia sebenarnya memiliki potensi besar untuk produksi yang lebih besar. Tapi untuk itu memang diperlukan kerja sama dengan pemilik teknologi dan juga pemilik modal," ujar Arifin.

Simak juga Video: Sedihnya Agen-Konsumen Karena LPG Non Subsidi Naik Harga

[Gambas:Video 20detik]



(zlf/dna)