Luhut Jawab 'Haters': Saya Bukan Menteri Segala Macam!

Anisa Indraini - detikFinance
Sabtu, 28 Mei 2022 06:30 WIB
Menko Kemaritiman Luhut Binsar Pandajaitan saat menjalani wawancara dengan detikcom di acara Blak-blakan, Kamis (19/7).
Foto: Rachman Haryanto: Menko Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan
Jakarta -

Menteri Koordinator Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan kembali mendapat tugas khusus dari Presiden Joko Widodo (Jokowi). Kali ini Jokowi meminta Luhut ikut ambil bagian mengurus tata kelola minyak goreng.

Namun, Luhut tegas membantah dirinya merupakan menteri yang menangani segala macam urusan. Menurut Luhut dirinya bisa mengoordinasikan pekerjaan secara terintegrasi. Itulah yang membuatnya mendapat kepercayaan menangani berbagai tugas khususd dari Presiden, termasuk minyak goreng.

"Saya bisa membuat terintegrasi semua pekerjaan yang diberikan Presiden kepada saya. Orang banyak tidak sadar. Orang pikir ini mau menteri segala macam. Nggak! Saya bukan menteri segala macam, saya hanya Menteri Koordinator Bidang Maritim," kata Luhut dalam seminar nasional yang digelar Sekolah Tinggi Teknologi Angkatan Laut (STTAL), Rabu (25/5/2022).

Menurut Luhut, orang berpikir dia hanya mengurusi minyak goreng. Padahal yang ditanganinya langsung dari hulu yaitu produsen sawit. Untuk itu, dia akan melakukan audit terhadap semua perusahaan sawit.

"Begitu Presiden meminta saya me-manage minyak goreng, orang pikir hanya minyak goreng, tidak. Saya langsung ke hulunya. Semua kelapa sawit harus kita audit supaya kita tahu luasnya berapa, plasmanya berapa, yieldnya berapa, kemudian produksinya berapa, dan di mana headquarter-nya," terang Luhut.

Termasuk, kata Luhut, semua kantor pusat perusahaan sawit harus berada di Indonesia supaya mereka membayar pajak dari sawit yang dihasilkan di Indonesia. Hal itu sudah disampaikannya ke Jokowi.

"Saya lapor Presiden, Pak Headquarter-nya harus semua pindah ke sini. Bayangkan dia punya 300 ribu 600 ribu hektare headquarter-nya di luar negeri, dia bayar pajak di luar negeri," tutur Luhut.

Luhut menegaskan tak perlu dipermasalahkan siapa yang mengurusi minyak goreng. Yang terpenting adalah bagaimana urusan itu bisa selesai.

"Itu yang penting dipikirkan. Bukan sekadar ini siapa yang nanganin, si itu nanganin. Mau siapa kek yang nanganin yang penting beres," tuturnya.

Saksikan juga Viral: Mantan Personel JKT48, Kini Jual Nasi Bakar Ludes 150 Porsi Dalam Sehari

[Gambas:Video 20detik]



(aid/hns)