Terpopuler Sepekan

Putin Murka, Pasokan Gas ke Negara Ini Disetop

Sylke Febrina Laucereno - detikFinance
Sabtu, 28 Mei 2022 13:45 WIB
Russian President Vladimir Putin greets people after his speech at the concert marking the eighth anniversary of the referendum on the state status of Crimea and Sevastopol and its reunification with Russia, in Moscow, Russia, Friday, March 18, 2022. (Ramil Sitdikov/Sputnik Pool Photo via AP)
Foto: AP/Ramil Sitdikov
Jakarta -

Rusia merupakan salah satu negara yang menjadi pemasok gas terbesar di dunia. Namun akibat invasi Rusia ke Ukraina, gas tak bisa lagi dikirimkan.

Memang, Rusia mendapatkan banyak sanksi keras dari berbagai negara karena penyerangan yang mereka lakukan.

Putin sampai mengeluarkan daftar negara-negara yang tidak bersahabat dan mengancam akan menghentikan gas ke negara tersebut.

Dia juga memberikan aturan jika negara-negara itu bisa mendapatkan gas dari Rusia jika mereka membayar dengan mata uang rubel.

Paling baru, Rusia menghentikan pasokan gas ke Finlandia. Hal ini dilakukan sejak Sabtu 21 Mei kemarin. Dalam catatan detikcom, gas Rusia berhenti mengalir ke Finlandia pada hari Sabtu pukul 07.00 pagi waktu setempat. Hal itu disampaikan perusahaan gas negara Gasum pada hari Jumat.

"Sangat disesalkan bahwa pasokan gas alam di bawah kontrak pasokan kami sekarang akan dihentikan," kata CEO Gasum Mika Wiljanen seperti dikutip dari CNN, Senin (23/5/2022).

Di awal pekan kemarin, Gasum menyatakan menolak permintaan Presiden Rusia Vladimir Putin agar membayar gas dalam Rubel, bukan Euro atau Dolar seperti yang tercantum dalam kontrak.

Finlandia sendiri mengandalkan Rusia untuk sekitar 68% konsumsi gas alamnya pada tahun 2020. Data itu menurut International Energy Agency.

Berhentinya pasokan gas Rusia ke Finlandia juga banyak dihubung-hubungkan dengan langkah negara itu yang mau bergabung dengan NATO. Rusia menganggap bergabungnya Finlandia dapat menjadi masalah besar.

Jauh sebelum Finlandia, ada juga Bulgaria dan Polandia yang pasokan gasnya dihentikan oleh Rusia. Negara itu menghentikan pasokan gasnya ke Polandia dan Bulgaria sejak 27 April yang lalu.

(kil/eds)