ADVERTISEMENT

Catat Kinerja Positif, Vale Indonesia Beberkan Strategi-Target Bisnis

Erika Dyah - detikFinance
Jumat, 03 Jun 2022 16:12 WIB
PT Vale Indonesia
Foto: PT Vale Indonesia
Jakarta -

PT Vale Indonesia Tbk (PTVI) mencatat kinerja positif di kuartal 1 tahun 2022. Adapun pertumbuhannya pada periode ini membukukan laba bersih sebesar US$ 67,7 juta, tumbuh 100,77% year on year (yoy) dibandingkan periode yang sama tahun lalu sebesar US$ 33,7 juta.

Pada kuartal 1 tahun 2022, PTVI juga mencatatkan pendapatan sebesar US$ 235,08 juta atau tumbuh 13,8% dibandingkan dengan kuartal 1 tahun 2021 yang senilai US$ 206,6 juta. Kinerja optimal ini dinilai turut berkontribusi kepada pemegang saham dan pemangku kepentingan.

Adapun salah satu pemegang saham dari PTVI adalah BUMN Holding Industri Pertambangan MIND ID atau Mining Industry Indonesia. Holding beranggotakan PT Aneka Tambang Tbk, PT Bukit Asam Tbk, PT Freeport Indonesia, PT Inalum (Persero) dan PT Timah Tbk ini mendukung rencana perubahan status Kontrak Karya PTVI menjadi Izin Usaha Pertambangan Khusus (IUPK).

Direktur Hubungan Kelembagaan MIND ID, Dany Amrul Ichdan mengatakan rencana ini akan memperkuat sinergi MIND ID dan PTVI dalam peningkatan nilai tambah komoditas nikel Indonesia di masa yang akan datang.

"Saat ini MIND ID memegang kepemilikan saham pada PTVI sebesar 20%. MIND ID menuntaskan transaksi pembelian saham PTVI pada 7 Oktober 2020. Inisiatif tersebut merupakan bagian dari upaya MIND ID dalam rangka mengelola sumber daya strategis Indonesia dan meningkatkan portofolio serta hilirisasi komoditas nikel Perseroan," kata Dany dalam keterangan tertulis, Jumat (3/6/2022).

Sementara itu, Direktur PT Vale Indonesia Tbk, Febriany Eddy mengatakan pihaknya terus berkomitmen melaksanakan tata kelola dan praktik operasional yang baik.

"Komitmen perusahaan terhadap environment, social, dan governance (ESG) juga ditunjukkan dengan pemenuhan prinsip ICMM (International Council on Mining and Metals)," ujar Febriany.

Ia mengungkap saat ini PTVI memiliki cadangan nikel yang cukup besar dan telah melakukan hilirisasi nikel di Sorowako, Sulawesi Selatan. PTVI juga sedang menginisiasi proyek pengembangan hilirisasi nikel di Bahodopi dan Pomalaa, Sulawesi Tenggara.

Adapun komitmen keberlanjutan PTVI ditunjukkan dengan deklarasi Perusahaan terhadap komitmen untuk mencapai Net Zero Emission dari scope 1 dan scope 2 pada tahun 2050 atau lebih awal. Menurutnya hal ini selaras dengan ambisi Paris Agreement.

Lebih lanjut, ia memaparkan strategi bisnis yang dilakukan pihaknya melalui beberapa komitmen, salah satunya untuk menyerap tenaga kerja lokal sebagai bentuk nilai tambah keberadaan perusahaan untuk masyarakat di sekitar wilayah operasional. Hingga saat ini, PTVI sudah mempekerjakan 2.966 karyawan dengan persentase 86,6 persen dari Luwu Timur, dan 99,7 persen karyawan yang bekerja di lingkungan perusahaan berasal dari Indonesia.

PTVI juga melaksanakan program-program pengembangan masyarakat dengan mengedepankan kemitraan 3 pilar, yakni Pemerintah, Masyarakat, dan Perusahaan.

"Rencana Induk Pengembangan dan Pemberdayaan Masyarakat (RIPPM) menggunakan 3 Skema yaitu Pembangunan Kawasan Perdesaan Mandiri (PKPM), Kemitraan Strategis & Kontribusi Strategis," tutur Febriany.

Program PKPM yang dikembangan perusahaan, lanjutnya, meliputi penguatan 10 kawasan dengan target minimal 7 konsolidasi, 2 mandiri dan 1 berdaya saing, serta 10 Badan Kerjasama Antara Desa (BKAD). Pihaknya juga mendukung terciptanya 6 Bumdesma dan 4 Pusat Pertanian, fasilitas produksi pertanian, pembentukan 2 desa wisata, serta konservasi pesisir laut.

Febriany mengatakan PTVI bersama pemerintah daerah sepakat menunjang industri agro-bisnis dan pariwisata. Hal ini diperkuat dengan hibah Bandara Sorowako kepada pemerintah yang bertujuan memberdayakan ekonomi lokal, khususnya pariwisata.

PTVI juga aktif memberi perhatikan di bidang lingkungan dengan menjaga kualitas air danau di komplek Danau Malili yang berdekatan dengan areal tambang. Danau Komplek Malili terdiri dari tiga danau yang berada di Malili, Kabupaten Luwu Timur, Sulawesi Selatan. Tiga danau tersebut antara lain, Danau Matano, Mahalona, dan Danau Towuti.

Selain itu, dilakukan juga reklamasi lahan bekas tambang secara progresif. Targetnya, 70 persen lahan akan direklamasi di tahun 2025. PTVI juga fokus pada penanaman pohon. Sebanyak 3,7 juta pohon telah ditanam, di antaranya endemik Ebony (Diospyros celebica), Dengen (Dillenia serata), Kaloju (Caralia braciata), Mata kucing (Hopea celebica) dan jenis unggulan lokal. Diketahui, total Rehabilitasi PTVI mencapai 10.280 hektare dengan rincian 10.000 hektare di luar daerah operasional dan 280 hektare di dalam daerah operasional.



Simak Video "Pabrik Alumunium di Medan ini Tidak Mengeluarkan Asap Limbah, Kok Bisa?"
[Gambas:Video 20detik]
(ega/hns)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT