ADVERTISEMENT

Harga BBM di AS Makin Mahal, Joe Biden Bisa Apa?

Sylke Febrina Laucereno - detikFinance
Jumat, 17 Jun 2022 09:51 WIB
A customer pumps gas at a Shell gas station, Tuesday, May 10, 2022, in Miami. (AP Photo/Marta Lavandier)
Harga BBM di AS Makin Mahal, Joe Biden Bisa Apa?/Foto: AP Photo/Marta Lavandier

Ini bukan kali pertama, harga bensin sempat melambung tinggi. Pada Juli harga BBM di AS sempat menyentuh US$ 4,11 per galon.

Namun ambruknya pasar keuangan dan naiknya angka pengangguran, pecahnya gelembung sektor properti membuat harga bensin lebih cepat turun.

Pada akhir 2008, harga bensin turun 60% menjadi US$ 1,62 per galon. Namun penurunan harga itu tidak membuat orang bahagia, karena mereka juga kehilangan pekerjaan.

AS merupakan salah satu gambaran negara yang sedang mengalami masalah pada harga bahan bakar. Di belahan dunia lain, terutama negara berkembang harga naik lebih cepat karena minyak berjangka saat ini wajib menggunakan dolar AS.

Ketika dolar AS menguat, maka harga juga akan terkerek. Analis Minyak di Raymond James Pavel Molchanov mengungkapkan ada risiko harga minyak ke level US$ 120 per barel. "Negara berkembang saat ini mata uangnya sedang dalam tekanan berat," jelas dia.

Menurut dia, jika harga minyak dan bensin saat ini membuat resesi ekonomi di seluruh dunia termasuk AS. Maka harga gas bisa mengalami penurunan.


(kil/ara)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT