Dirjen Minerba Ungkap Lemigas Jadi BLU Batu Bara, Kapan Tarik Iuran?

Aldiansyah Nurrahman - detikFinance
Jumat, 17 Jun 2022 11:16 WIB
Sebuah kapal tongkang pengangkut batu bara melintas di Sungai Musi, Palembang, Sumatera Selatan, Jumat (14/1/2022). Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menetapkan target produksi batu bara 2022 mencapai 663 juta ton yang diperuntukkan untuk konsumsi domestik/domestik market obligation (DMO)  sebesar 165,7 juta ton sedangkan sisanya 497,2 juta ton akan mengisi pasar ekspor. ANTARA FOTO/Nova Wahyudi/rwa.
Dirjen Minerba Ungkap Lemigas Jadi BLU Batu Bara, Kapan Tarik Iuran?/Foto: ANTARA FOTO/NOVA WAHYUDI
Jakarta -

Pembentukan Badan Layanan Umum (BLU) untuk memungut iuran batu bara semakin nyata. Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menunjuk Pusat Penelitian dan Pengembangan Teknologi Minyak dan Gas Bumi (Lemigas) sebagai BLU batu bara.

Direktur Jenderal Mineral dan Batubara Kementerian ESDM Ridwan Djamaluddin mengatakan pembentukan BLU sudah diajukan ke Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PANRB).

"Sedang berproses, sedang kita ajukan Kementerian PANRB. Lemigas disiapkan jadi BLU," katanya di Kementerian Dalam Negeri, Jakarta Pusat, Kamis (16/6/2022) kemarin.

Mengenai kapan persisnya Lemigas akan menjadi BLU iuran batu bara, Ridwan mengatakan bahwa proses pengajuan ke Kementerian PANRB baru dilakukan pada dua pekan lalu. "Sedang berproses, kira-kira baru mulai dua minggu lalu," tuturnya.

Sebagai informasi, pemerintah berencana membentuk BLU iuran batu bara. Konsep itu ditolak oleh Komisi VII DPR dan akhirnya berganti nama menjadi entitas khusus batu bara.

Konsep BLU Batu Bara

Konsep BLU sebelumnya adalah produsen batu bara atau penjual batu bara ke PLN akan dikenakan pungutan berupa selisih harga dari harga Domestic Market Obligation (DMO) batu bara US$ 70 per ton. Dengan entitas khusus batu bara yang sedang dipersiapkan saat ini, sejatinya tidak jauh berbeda.

"Selisih harganya akan ditanggung melalui iuran, jumlah iurannya tergantung dari kapasitas dan spesifikasi perusahaan. Mudah mudahan bulan Juni, kita sedang menunggu rapat lanjutan, proses sedang berlangsung karena untuk membentuk ini membutuhkan data dan perlu meng-collect semua komunitas pertambangan batu bara," tutur Menteri ESDM Arifin Tasrif dalam rapat kerja denaan Komisi VII DPR RI pada Rabu (13/4) lalu.

Entitas khusus batu bara ditargetkan terbentuk bulan ini dengan koordinasi di bawah Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi.

"Targetnya bulan Juni, nanti koordinasinya di bawah Kemenko Marinves," katanya kala itu.

(ara/das)