Sri Lanka Krisis Energi, Pasokan BBM Hanya Cukup Untuk 4 Hari

Aulia Damayanti - detikFinance
Sabtu, 18 Jun 2022 14:00 WIB
Motorists queue along a street to buy fuel from Lanka IOC fuel station in Colombo on May 24, 2022. - Cash-strapped Sri Lanka sharply hiked fuel prices to a record high on May 24, causing further pain to the countrys 22 million people in its worst crisis since independence. (Photo by Ishara S. KODIKARA / AFP) (Photo by ISHARA S. KODIKARA/AFP via Getty Images)
Sri Lanka Krisis Energi, Pasokan BBM Hanya Cukup Untuk 4 Hari/Foto: Ishara S. Kodikara/AFP via Getty Images
Jakarta -

Menteri Tenaga dan Energi Sri Lanka, Kanchana Wijesekera, mengatakan stok bahan bakar minyak (BBM) di Sri Lanka hanya cukup untuk lima hari. Hal itu diumumkan kemarin Jumat (17/6), jika dihitung dari hari ini artinya tersisa empat hari lagi.

"Kami berjuang untuk mendapatkan pasokan bahan bakar karena masalah valas kami dan pemerintah bekerja untuk mengelola stok solar dan bensin yang ada hingga 21 Juni," katanya, dikutip dari CNN, Sabtu (18/6/2022).

Pekan ini memang telah terjadi antrean untuk mendapatkan BBM. Kelangkaan BBM ini membuat antrean di SPBU mengular beberapa kilometer. Bahkan tidak sedikit antrean bisa terjadi semalaman.

Wijesekera mengakui, sulit untuk memenuhi kebutuhan masyarakat saat ini. Apa lagi cadangan devisa Sri Lanka sudah semakin menurun. Uang habis untuk mengimpor makanan, obat-obatan dan BBM selama ini.

"Kami merasa sangat sulit untuk memenuhi permintaan dan stok bisa habis lebih cepat jika kami tidak mengurangi perjalanan yang tidak penting dan berhenti menimbun bahan bakar," terangnya.

"Kami berharap akan ada pengiriman bensin dalam tiga hari ke depan dan dua pengiriman lagi dalam delapan hari ke depan," tambahnya.

Langkanya pasokan energi ini merupakan buntut krisis ekonomi yang melanda negara dengan 22 juta penduduk itu. Sri Lanka tengah menunggu kepastian pinjaman dari pemerintah India sebesar US$ 500 juta dari Bank Exim. Uang itu nantinya akan digunakan untuk membeli BBM selama seminggu ke depan.

India telah memberikan bantuan kepada Sri Lanka yang tengah mengalami krisis keuangan. Sebelumnya negara itu telah menggelontorkan bantuan sekitar US$ 3 miliar, termasuk jalur kredit US$ 1 miliar untuk impor penting dan pertukaran US$ 400 juta.

(ara/ara)