Colek PLN-Pertamina, Jokowi: Ada Subsidi tapi Tanpa Efisiensi, Kok Enak Banget?

Danang Sugianto - detikFinance
Senin, 20 Jun 2022 16:46 WIB
Antrean sepeda motor di salah satu SPBU yang ada di Kudus, Kamis (9/6/2022).
Foto: Dian Utoro Aji/detikJateng
Jakarta -

Presiden Joko Widodo (Jokowi) menegur Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang dapat subsidi dari pemerintah tapi tidak melakukan efisiensi. Menurutnya, subsidi tanpa dibarengi penghematan maka jadi percuma.

"Ada subsidi dari Menkeu (Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati) tanpa ada usaha efisiensi di PLN, di Pertamina. Ini yang dilihat kok enak banget?" Kata Jokowi saat membuka sidang paripurna di Istana Negara, Senin (20/6/2022).

"Mana yang bisa diefisiensikan, mana yang bisa dihemat, kemudian mana kebocoran-kebocoran yang bisa dicegah. Semuanya harus dilakukan di posisi-posisi seperti ini," jelasnya.

Seperti diketahui, Pemerintah mengajukan perubahan belanja dalam anggaran pendapatan dan belanja negara (APBN) 2022 ke Badan Anggaran (Banggar) DPR RI. Belanja negara tahun ini diusulkan bertambah jadi Rp 3.106 triliun dari sebelumnya Rp 2.714,2 triliun.

"Usulan pemerintah belanja negara menjadi sekitar Rp. 3.106 triliun," kata Ketua Badan Banggar DPR RI Said Abdullah dalam rapat kerja dengan Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati, Kamis (19/5/2022).

Hal itu dikarenakan ada tambahan untuk belanja subsidi energi. Pemerintah memperkirakan penambahan subsidi BBM, LPG dan listrik berkisar antara Rp 74,9 triliun. Selain itu ada kebutuhan menambah biaya kompensasi BBM sebesar Rp 234 triliun, serta penambahan kompensasi listrik sekitar Rp 41 triliun.



Simak Video "Mardani Sindir Jokowi: Presiden Datang, BUMN Nggak Jadi Sponsor"
[Gambas:Video 20detik]
(ang/ang)