ADVERTISEMENT

Di Depan DPR, Dirjen Minerba Buka-bukaan Rencana Setop Ekspor Timah

Aulia Damayanti - detikFinance
Selasa, 21 Jun 2022 15:20 WIB
Penghasil Timah
Foto: Tangkapan layar YouTube Rapat Komisi VII DPR dengan Dirjen Minerba & Dirut Timah
Jakarta -

Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) tengah menggodok data yang akan disampaikan kepada Presiden Joko Widodo (Jokowi) terkait perintah menyetop ekspor timah.

Hal ini disampaikan oleh Direktur Jenderal Mineral dan Batubara Kementerian ESDM Ridwan Djamaluddin dalam rapat dengar pendapat dengan Komisi VII DPR RI, Selasa (21/6/2022).

"Akhir-akhir ini kita dengar pernyataan bapak Presiden bahwa pada waktu tidak terlalu lama kita akan menghentikan penjualan timah keluar negeri. Terus terang kita tengah menyiapkan bahan untuk Menteri ESDM yang akan menyampaikan informasi dan data apa yang terjadi dengan timah di Indonesia. Sehingga nanti ketika dibuat, dalam kondisi terbaiklah yang terjadi," jelas Ridwan di hadapan anggota Komisi VII DPR RI.

Ridwan menjelaskan untuk saat ini 98% timah yang diekspor ke luar negeri merupakan jenis ingot atau timah batangan. Sementara hanya 2% diserap Indonesia untuk diproduksi.

Menurutnya, jika Indonesia menghentikan ekspor timah keluar negeri, maka harus dibangun industri hilir yang memproduksi bahan mentah timah batangan itu.

"Kalau nanti kita betul-betul dilarang ekspor dalam bentuk ingot, kita harus menyiapkan industri pengolahannya dalam jumlah yang masif. Bisa saja industri dibangun, seharusnya memang kita harus bangun," lanjutnya.

Bersambung ke halaman berikutnya. Langsung klik

Ridwan menambahkan sejak tahun 70-an, Indonesia sendiri belum pernah memproduksi atau menghilirkan timah batangan. Jadi perlu ada persiapan yang matang untuk mempersiapkan salah satu perintah Jokowi itu.

"Sejak tahun 70an itu ingot dijual dalam bentuk balok timah, kita belum pernah menghilirkannya, ada tetapi hanya 2% itu saja. Ini yang sekarang kami anitisipasi kami juga mengadakan diskusi-diskusi bagaimana untuk menyiapkan industri atau bagaimana menarik investor untuk menarik industri yang lebih hilir ini," tutur .

Sebagai informasi, pada awal tahun ini Jokowi pernah menegaskan bahwa Indonesia akan berhenti mengekspor sumber daya alam (SDA) dalam bentuk bahan mentah. Pemerintah mendorong hilirisasi agar memberikan nilai tambah.

Disebutkan Jokowi, ekspor besi baja pada 2021 mencapai US$ 20,9 miliar atau setara Rp 300 triliun, meningkat dari sebelumnya US$ 1,1 miliar (Rp 15 triliun) pada 2014. Itu karena adanya peningkatan nilai tambah di dalam negeri.

"Oleh sebab itu sudah sering saya sampaikan tidak hanya (ekspor) nikel saja yang akan kita setop. Tahun ini mungkin setop lagi bauksit, tahun depan setop lagi tembaga, tahun depan lagi setop lagi timah, setop lagi emas, tidak ada lagi yang namanya ekspor bahan mentah," tegasnya, Sabtu (29/1/2022).

(hns/hns)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT