Mulai Menghemat Energi pada Pabrik, Kurangi atau Bayar Lebih?

Sponsored - detikFinance
Jumat, 24 Jun 2022 00:00 WIB
adv
Dok. Shutterstock
Jakarta - Sering kali proses manufaktur hanya berfokus untuk meningkatkan produktivitas, salah satu caranya adalah dengan menekan downtime pada mesin. Hal tersebut dilakukan untuk meningkatkan efisiensi pada pabrik yang nantinya berujung pada profitabilitas. Namun, ada hal lain yang dapat dilakukan untuk meningkatkan efisiensi pada pabrik yaitu dengan menghemat penggunaan energi.

Manajemen pabrik biasanya melakukan analisis pada biaya produksi seperti biaya material, biaya tenaga kerja langsung dan tidak langsung, serta biaya logistik. Lalu, bagaimana dengan biaya penggunaan energi dalam proses produksi pada pabrik?

Realita yang mungkin terjadi pada pabrik adalah membayar biaya penggunaan energi tersebut tanpa mengetahui apakah penggunaan energi tersebut sudah efisien. Hal ini menjadi salah satu tantangan bagi para pelaku industri manufaktur karena akan dihadapi oleh dua pilihan yaitu membayar lebih untuk penggunaan energi atau mengurangi penggunaan energi tersebut.

Jika Anda ingin mengurangi atau melakukan penghematan energi, penting bagi sebuah pabrik untuk membuat energi yang digunakan pada proses produksi menjadi terlihat dengan memvisualisasi dan memonitoring penggunaan energi. Karena jika tidak dapat mengukur penggunaan energi, maka pabrik tidak dapat mengelolanya.

Monitoring Penggunaan Energi dengan Mitsubishi Electric

advDok. Shutterstock

Hal yang pertama kali perlu dilakukan dalam memonitoring penggunaan energi adalah mengumpulkan data-data secara real time pada suatu mesin atau lini produksi. Selain mengumpulkan data penggunaan energi, Anda juga perlu mengumpulkan data penting lainnya seperti, data produksi, data status perangkat, data kualitas, dan lain sebagainya.

Semua data-data tersebut baik konsumsi energi dan data produksi perlu digabungkan kemudian ditampilkan dalam sebuah dashboard sehingga data tersebut dapat tervisualisasi. Dengan melakukan visualisasi konsumsi energi dan data produksi, Anda akan mendapatkan hasil gambaran jelas mengenai data mesin individual, lini produksi, hingga data dari keseluruhan pabrik, yang nantinya data tersebut dapat dianalisa.

Berdasarkan hasil analisa dari data yang sudah ditampilkan maka Anda dapat menemukan akar masalah dalam penggunaan konsumsi energi pada proses produksi yaitu apakah harus membayar lebih dari penggunaan energi atau mengurangi penggunaan energi?

Untuk menjawab tantangan tersebut, Mitsubishi Electric memiliki solusi yang dapat digunakan dalam memonitoring penggunaan konsumsi energi pada pabrik. Untuk informasi lebih lanjut mengenai produk Factory Automation, kunjungi situs resmi Mitsubishi Electric Indonesia.

(Content Promotion/Mitsubishi Electric)