Sederet Masalah Jika Beli BBM Pakai Aplikasi, Yakin Bisa Diterapin?

Achmad Dwi Afriyadi - detikFinance
Jumat, 24 Jun 2022 14:18 WIB
Pengendara motor mengisi BBM jenis Pertalite di sebuah SPBU Pertamina di Jakarta, Jumat (24/12/2021). Pemerintah berencana menghapus BBM RON 88 Premium  dan RON 90 Pertalite sebagai upaya  mendorong penggunaan BBM yang lebih ramah lingkungan. ANTARA FOTO/Akbar Nugroho Gumay/wsj.
Foto: ANTARA FOTO/Akbar Nugroho Gumay
Jakarta -

Pemerintah berencana mengatur pembelian Pertalite dan solar. Hal itu dilakukan agar subsidi yang dikucurkan lebih tepat sasaran.

Dalam pengaturan ini, pemerintah juga akan memanfaatkan teknologi informasi (TI/IT) yakni aplikasi MyPertamina. Jadi, konsumen mesti registrasi di aplikasi tersebut dan ketika akan membeli Pertalite atau solar harus melakukan scan QR code.

Pengamat Ekonomi Energi Universitas Gadjah Mada, Fahmy Radhi menilai, pengaturan agar subsidi lebih tepat sasaran memang harus dilakukan. Namun, dia menilai, pemanfaatan aplikasi untuk pembelian Pertalite dan solar justru akan menimbulkan masalah baru.

"Menurut saya pembelian menggunakan MyPertamina itu sangat tidak efektif dan akan menimbulkan masalah baru," katanya kepada detikcom, Jumat (24/6/2022).

Dia mengatakan, pemanfaatan aplikasi harus tergantung kondisi jaringan internet. Sementara, sinyal internet di daerah cenderung terbatas.

Tak cuma itu, tidak semua orang memiliki perangkat handphone. "Dan tidak semua konsumen Pertalite itu menggunakan gadget. Ini juga masalah baru. Apa harus disubsidi di gadget? Kan juga nggak mungkin," katanya.

Senada, Direktur Riset Institute For Development of Economics and Finance (Indef) Berly Martawardaya menilai ada sejumlah hal yang perlu diperhatikan jika akan memanfaatkan aplikasi dalam pembelian Pertalite dan solar. Sebutnya, pertama, masalah akses internet atau sinyal.

"Apalagi di pedalaman akses internet gimana?" ujarnya.

Kedua, kepemilikan handphone dan kemahiran untuk memanfaatkan perangkat itu sendiri. Dia mengatakan, kemahiran memanfaatkan handphone ini beragam. Ia pun menyoroti konsumen yang sudah berumur dan pendidikan rendah.

Ketiga, kesiapan petugas SPBU menjalankannya di lapangan. Bisa jadi, konsumen enggan menerapkannya dan menimbulkan masalah.

"Yang agak-agak ngotot gimana? Mereka daripada ribut ya kasih aja. Apa dipasang polisi di setiap SPBU?" ujarnya.

"Jangan sampai menyelesaikan masalah dengan masalah baru," tambahnya.



Simak Video "Beli Pertalite Wajib Pakai Aplikasi, Kapan Berlakunya?"
[Gambas:Video 20detik]
(acd/das)