ADVERTISEMENT

RI Kejar Target 6 Juta Motor Listrik demi Hemat Rp 16 Triliun/Tahun

Tim detikcom - detikFinance
Jumat, 24 Jun 2022 21:34 WIB
Kendaraan listrik mulai digemari oleh masyarakat. Berdasarkan data Kemenhub per Maret 2022, jumlah kendaraan bermotor listrik berbasis baterai (KBLBB) mencapai 16.060 unit.
Foto: ANTARA FOTO/ADITYA PRADANA PUTRA
Jakarta -

Pemerintah menargetkan program kendaraan bermotor listrik berbasis baterai bisa 'melahirkan' 6 juta motor listrik pada 2025. Program tersebut diklaim bisa memberikan penghematan yang luar biasa besar bagi anggaran negara.

"Ini adalah upaya untuk menciptakan ekosistem KBLBB dengan target 6 juta unit motor listrik pada tahun 2025. Implementasi program ini akan mampu menghemat BBM sekitar 13 juta barel/tahun atau senilai Rp16 triliun/tahun, penurunan emisi CO2 sebesar 4 juta ton/tahun dan peningkatan konsumsi listrik sebesar 2,4 terawatt hour (TWh)/tahun," ujar Ego dalam keterangan tertulis Kementerian ESDM, Jumat (24/6/2022)

Ego menyampaikan program kendaraan listrik di sela-sela penandatangan tiga Nota Kesepahaman program transisi energi. Penandatanganan ini bagian dari rangkaian The 2nd Energy Transitions Working Group (ETWG), di Labuan Bajo, Nusa Tenggara Timur.

Nota Kesepahaman antara Kementerian ESDM dengan PT Pertamina (Persero) dan PT PLN (Persero) untuk program konversi motor listrik. Selanjutnya antara PT PLN (Persero) dan HIMBARA (Bank Mandiri, BRI, BNI, BTN) untuk kredit kepemilikan KBLBB serta pengembangan infrastruktur Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU).

Ego menjelaskan saat ini semua negara berupaya menjaga kenaikan suhu global untuk menghindari dampak bencana global dan perubahan iklim, antara lain panas ekstrem, naiknya permukaan laut, punahnya beberapa makhluk hidup, terjadinya perubahan ekosistem, dan punahnya terumbu karang serta perikanan laut.

Untuk itu diperlukan upaya memitigasi perubahan iklim dengan menurunkan emisi karbon (dekarbonisasi) namun dengan tetap menjaga ketahanan energi.

"Hal ini menjadikan transisi energi semakin urgent untuk dilaksanakan sebagai arah kebijakan energi nasional ke depan yaitu transisi menuju energi yang lebih bersih, minim emisi, dan ramah lingkungan sesuai dengan komitmen Indonesia pada Paris Agreement dan target Net Zero Emission pada tahun 2060 atau lebih cepat dengan bantuan Internasional," terang Ego.

Upaya mitigasi yang dilakukan antara lain dengan pengembangan Energi Baru Terbarukan (EBT), pengurangan penggunaan energi fosil dan peningkatan penggunaan Kendaraan Bermotor Listrik Berbasis Baterai (KBLBB). Kementerian ESDM, lanjut Ego, terus mendorong Program KBLBB untuk mewujudkan penggunaan energi yang lebih bersih, pengurangan impor BBM, penghematan devisa serta penurunan emisi CO2.

(hns/hns)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT