ADVERTISEMENT

Larang Impor Minyak Rusia, Eropa dan AS Kini Malah Panik Sendiri

Sylke Febrina Laucereno - detikFinance
Senin, 27 Jun 2022 10:12 WIB
Ilustrasi sektor migas
Foto: Ilustrasi Migas (Fauzan Kamil/Infografis detikcom)
Jakarta -

Eropa dan Amerika Serikat (AS) telah menerbitkan larangan impor minyak dari Rusia. Hal ini dilakukan agar Rusia kesulitan meraup pendapatan dari kegiatan di sektor energi tersebut.

Dikutip dari CNN disebutkan kondisi ini justru menjadi buah simalakama untuk Eropa dan AS. Mereka terpaksa mempertimbangkan lagi rencana tersebut.

Rusia memang eksportir energi terbesar di dunia sebelum invasi yang dilakukan pada Februari lalu.

Saat ini pemimpin negara dengan ekonomi terbesar di dunia berkumpul di Jerman untuk menghadiri pertemuan G7. Pertemuan ini akan membahas strategi ke depan termasuk pembahasan tentang energi.

Peneliti Senior Columbia Center for Global Energy Policy Robert Johnston mengungkapkan jika sanksi negara barat untuk Rusia justru akan menimbulkan masalah untuk negara-negara di dunia.

Menteri Keuangan AS Janet Yellen menyebut jika AS juga akan membahas terkait harga minyak Rusia.

Tak cuma AS, Inggris dan Kanada yang telah melarang impor minyak Rusia. Beberapa negara Eropa juga akan mengurangi impor tersebut. Padahal negara-negara ini menggantungkan pasokan energinya dari Rusia.

Akibatnya ekspor minyak Rusia ke Eropa tercatat turun menjadi 3,3 juta barel per hari pada Mei 2022. Turun 170 ribu barel per hari dibandingkan bulan sebelumnya.

Namun naiknya ekspor Rusia ke Asia membantu untuk menutupi sebagian besar kerugian yang timbul itu. China bahkan mengeruk keuntungan besar dari potongan harga gila-gilaan yang diberikan Rusia.

China juga mencatat impor hingga 2 juta barel per hari untuk pertama kalinya. India juga mencatat impor tertinggi yaitu 900 ribu barel per hari pada bulan Mei. "Kami akan mengatur jalur perdagangan dengan mitra yang bisa diandalkan," kata Presiden Rusia Vladimir Putin.

Sebelumnya Rusia menjual minyak mentahnya lebih murah US$ 35 dibanding minyak mentah Brent yang saat ini dibanderol US$ 113 per barel.

Per Mei pendapatan ekspor Rusia meningkat menjadi US$ 20 miliar. Angka ini jauh di atas rata-rata 2021 yang mencapai US$ 15 miliar.

Namun hal ini tak disambut baik Eropa. Demi mempersulit China, India dan negara lain untuk menyerap minyak Rusia, Eropa akan melarang perusahaan untuk mengasuransikan kapal yang membawa minyak mentah Rusia.



Simak Video "Tantangan Putin ke Negara Barat untuk Kalahkan Rusia di Medan Perang!"
[Gambas:Video 20detik]
(kil/das)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT