ADVERTISEMENT

RI Ajak AS hingga Prancis Investasi Mobil Listrik & Baterai Litium

Ilyas Fadilah - detikFinance
Senin, 27 Jun 2022 21:53 WIB
Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengajak negara-negara G7 untuk berinvestasi di sektor energi bersih di Indonesia. Jokowi juga ingin mengembangkan ekosistem mobil listrik. (Foto: Laily Rachev - Biro Pers Sekretariat Presiden)
Foto: Presiden Jokowi mengajak negara-negara G7 untuk berinvestasi di sektor energi bersih di Indonesia. Jokowi juga ingin mengembangkan ekosistem mobil listrik. (Foto: Laily Rachev - Biro Pers Sekretariat Presiden)
Jakarta -

Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengajak negara-negara G7 untuk berkontribusi memanfaatkan peluang investasi di sektor energi bersih di Indonesia. Hal ini Jokowi sampaikan saat menghadiri KTT G7 sesi working lunch dengan topik perubahan iklim, energi, dan kesehatan, di Elmau, Jerman, Senin, 27 Juni 2022.

"Terutama peluang investasi di sektor energi bersih di Indonesia, termasuk pengembangan ekosistem mobil listrik dan baterai litium," kata Jokowi lewat keterangan tertulisnya, Senin (27/6/2022). Turut mendampingi Jokowi dalam sesi ini yaitu Menteri Luar Negeri Retno Marsudi.

Jokowi menyebut potensi Indonesia sebagai kontributor energi bersih di darat, laut, dan di dalam perut bumi sangat besar. Menurutnya Indonesia membutuhkan investasi besar dan teknologi rendah karbon untuk mendukung transisi menuju energi bersih yang cepat dan efektif.

"Indonesia membutuhkan setidaknya US$ 25-30 miliar untuk transisi energi 8 tahun ke depan. Transisi ini bisa kita optimalkan sebagai motor pertumbuhan ekonomi, membuka peluang bisnis, dan membuka lapangan kerja baru," ungkap Presiden Jokowi.

Lebih lanjut, Jokowi menyampaikan Indonesia dan juga negara-negara berkembang lainnya, berisiko menghadapi perubahan iklim yang sangat nyata. Apalagi Indonesia adalah negara kepulauan dengan 17.000 pulau. Risikonya bukan hanya mengganggu kesehatan, tetapi juga membuat petani dan nelayan dalam kesulitan.

"Dukungan semua negara G7 di Presidensi Indonesia di G20 sangat kami harapkan. Sampai bertemu di Bali. Terima kasih," pungkas Jokowi.

(hns/hns)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT