ADVERTISEMENT

Sri Lanka Krisis! Konsumsi BBM Dibatasi Hanya untuk KA Hingga Bus

Ilyas Fadilah - detikFinance
Selasa, 28 Jun 2022 17:10 WIB
Krisis ekonomi membuat warga Sri Lanka mengantre berhari-hari agar dapat membeli BBM. Selain itu warga diminta menunjukkan token saat akan membeli BBM di SPBU.
Krisis Sri Lanka/Foto: NurPhoto via Getty Images/NurPhoto

Saat ini, pemerintah Sri Lanka sedang mengadakan pembicaraan dengan Dana Moneter Internasional (IMF) tentang kemungkinan bailout. Namun, banyak orang hilang kesabaran dan mulai melarikan diri dari Sri Lanka.

Angkatan laut Sri Lanka menangkap setidaknya 54 orang di lepas pantai timur. Sebanyak 35 orang di antaranya sudah pernah ditangkap pada pekan lalu. Pemerintah menyebut stok BBM pemerintah mencapai sekitar 9.000 ton solar dan 6.000 ton bensin. Namun, tidak ada pengiriman bahan bakar baru yang dijadwalkan.

Lanka IOC, unit lokal Indian Oil Corporation, mengatakan bahwa pihaknya memiliki 22.000 ton solar dan 7.500 ton bensin. Namun mereka mengharapkan tambahan tambahan 30.000 ton pengiriman bensin dan solar digabungkan sekitar 13 Juli.

Konsumsi bahan bakar Sri Lanka mencapai 5.000 ton solar dan 3.000 ton bensin per hari hanya untuk memenuhi kebutuhan transportasinya. Konsumen besar lainnya adalah industri perusahaan pakaian jadi dan tekstil, yang ekspornya melonjak 30% menjadi US$ 482,7 juta di bulan Mei.


(ara/ara)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT