ADVERTISEMENT

Ini Jenis Kendaraan yang Boleh dan Dilarang Beli Pertalite-Solar

Aulia Damayanti - detikFinance
Rabu, 29 Jun 2022 20:20 WIB
PT Pertamina (Persero) sudah siap untuk menjual produk bensin terbarunya yakni Pertalite. Bensin RON 90 ini akan dijual pertamakali di SPBU Coco, Abdul Muis, Jakarta pada Jumat (24/7/2015) mendatang. Petugas beraktivitas di SPBU Coco, Abdul Muis, Jakarta, Selasa (21/7/2015). Pada Jumat (24/7/2015) mendatang, SPBU ini siap menjual Pertalite RON 90.  Hasan Al Habshy/detikcom.
Ini Jenis Kendaraan yang Boleh dan Dilarang Beli Pertalite-Solar/Foto: Hasan Al Habshy
Jakarta -

Badan Pengatur hilir Minyak dan Gas Bumi (BPH Migas) mengungkap kriteria kendaraan yang akan dilarang menggunakan Bahan Bakar Minyak (BBM) Pertalite dan Solar subsidi. Meski begitu, Anggota Komite BPH Migas, Saleh Abdurrahman menegaskan kriteria ini baru masuk sebagai draf, jadi masih bisa berubah.

Pertama, ia mengatakan angkutan umum dengan pelat kuning masih boleh menggunakan solar. Namun yang jadi pertanyaan, ada angkutan yang membawa barang mewah.

"Kita coba dalam hasil kajian kita, JBT solar kendaraan barang angkutan barang pelat kuning yang membawa sembako kebutuhan. Bagaimana tahunya? Untuk ini kita meminta ada surat rekomendasi dari dinas terkiat. Jadi ini bagian subsidi tertutup," tuturnya dalam Webinar Virtual 'Generating Stakeholders Support For Achievieng Effectiveness of Duel and LPG Subsidies', Rabu (29/6/2022).

Aturan menyertakan surat rekomendasi dari dinas terkait juga berlaku untuk kendaraan perikanan dan perkebunan.

Kemudian ketentuan kendaraan yang boleh membeli Pertalite. Saleh mengatakan kendaraan yang dilarang membeli Pertalite di antaranya mobil mewah di atas 2.000 CC.

"Mobil pelat hitam masih bisa, kecuali yang di atas 2.000 termasuk mobil. Kendaraan pelat kuning masih boleh," jelasnya.

Sementara untuk mobil model baru hingga mewah namun memiliki CC kecil, Saleh mengatakan jika pemiliknya bisa membeli mobil mahal, seharusnya bisa membeli BBM nonsubsidi. Penggunaan BBM nonsubsidi juga bisanya direkomendasikan dari produsen mobilnya karena bahan bakar tersebut memiliki oktan yang tinggi.

"Kendaraan 1.500 CC, mobil baru, sesungguhnya kalau mampu membeli mobil mahal seharusnya bisa membeli BBM nonsubsidi. Mobil kluster baru dari pabrikan biasanya direkomendasi kan untuk menggunakan oktan tinggi, bisa lebih hemat dan pro lingkungan harapan kami begitu," tutupnya.

(ara/ara)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT