ADVERTISEMENT

Harga Minyak Mentah RI Melesat (Lagi), Tembus US$ 117,62/Barel

Dana Aditiasari - detikFinance
Senin, 04 Jul 2022 12:43 WIB
Harga Minyak Dunia
Foto: Harga Minyak Dunia (Denny Pratama/detikcom)
Jakarta -

Tekanan terhadap penyediaan bahan bakar minyak di dalam negeri tampaknya terus meningkat. Bagaimana tidak, rata-rata minyak mentah Indonesia (Indonesian Crude Price/ICP) selama bulan Juni 2022 berdasarkan perhitungan Formula Harga Minyak Mentah Indonesia, naik sebesar US$ 8,01/barel dari US$ 109,61/barel pada bulan Mei 2022 menjadi US$ 117,62/barel.

Mengutip laman resmi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Senin (4/7/2022), penetapan harga ICP ini tercantum dalam Keputusan Menteri ESDM Nomor 75.K/MG.03/DJM/2022 tentang Harga Minyak mentah Indonesia Bulan Juni 2022, tanggal 1 Juli 2022.

Pada Maret 2022 lalu, harga ICP melesat US$ 17,78/barel dan langsung membawanya ke posisi US$ 113,50/barel. Sempat melandai pada April 2022 ke posisi US$ 102,51/barel sebelum mulai menanjak lagi pada Mei 2022 ke posisi US$ 109,61/barel.

Ada sejumlah faktor yang mempengaruhi peningkatan harga minyak mentah utama di pasar internasional.

Dikutip dari Executive Summary Tim Harga Minyak Mentah Indonesia, faktor pemicu kenaikan harga tersebut antara lain adalah kekhawatiran pelaku pasar minyak akibat ketidakpastian pasokan minyak mentah dunia lantaran ketidakmampuan OPEC+ untuk memenuhi target kuota produksi, yang merupakan kombinasi dari kurangnya investasi, pengenaan sanksi kepada Rusia, penurunan produksi Libya, Ekuador dan Nigeria, serta produksi UAE dan Arab Saudi yang berdasarkan kuota produksi telah mendekati kapasitas produksi maksimum.

"Selain itu, produksi shale oil AS tidak menunjukan peningkatan produksi yang berarti," demikian dikutip dari laporan tersebut.

Faktor lainnya adalah terkait pasokan minyak mentah dunia di mana OPEC dalam laporan bulan Juni 2022 menurunkan surplus pasokan minyak mentah dunia sebesar 400 ribu bopd menjadi 1 juta bopd.

Terkait permintaan minyak mentah dunia yaitu peningkatan permintaan permintaan minyak mentah Eropa seiring turunnya pasokan gas alam, serta permintaan BBM dan bahan bakar jet mengalami peningkatan memasuki puncak summer driving season di AS dan Eropa.

Kenaikan harga minyak dunia juga dipengaruhi oleh marjin kilang yang tinggi, memberikan insentif yang pasti bagi kilang untuk memaksimalkan tingkat produksi.

Untuk kawasan Asia Pasifik, selain disebabkan oleh faktor-faktor tersebut, kenaikan harga minyak mentah juga dipengaruhi oleh kebijakan Pemerintah China untuk melonggarkan kebijakan pandemi dengan mengurangi masa isolasi bagi para pendatang dan mengijinkan pengoperasian kembali kilang-kilang independen. "Faktor lainnya, peningkatan permintaan BBM dan bahan bakar jet seiring dengan meningkatnya kegiatan ekonomi dan pelonggaran pembatasan perjalanan di India," sebagaimana dikutip dari exsum tersebut.

Selengkapnya perkembangan harga rata-rata minyak mentah utama pada bulan Juni 2022 dibandingkan Mei 2022 sebagai berikut:

  1. Dated Brent naik sebesar US$10,45 per barel dari US$113,25 per barel menjadi US$123,70 per barel.
  2. WTI (Nymex) naik sebesar US$5,08 per barel dari US$109,26 per barel menjadi US$114,34 per barel.
  3. Brent (ICE) naik sebesar US$5,54 per barel dari US$111,96 per barel menjadi US$117,50 per barel.
  4. Basket OPEC naik sebesar US$3,96 per barel dari US$113,87 per barel menjadi US$117,83 per barel (sampai dengan tanggal 29 Juni 2022). (TW)

Lihat juga video 'Siasat Mendag Zulhas Penuhi Janji 1 Bulan Turunkan Harga Minyak Goreng':

[Gambas:Video 20detik]



(dna/dna)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT