ADVERTISEMENT

Sri Mulyani Bayar Utang Kompensasi ke Pertamina dan PLN Rp 89 T

Achmad Dwi Afriyadi - detikFinance
Sabtu, 02 Jul 2022 10:30 WIB
Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati
Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati/Foto: Eduardo Simorangkir
Jakarta -

Pemerintah baru saja membayar kompensasi kepada PT Pertamina (Persero) dan PT PLN (Persero). Jika ditotal, kompensasi yang baru saja dibayarkan kepada kedua perusahaan pelat merah ini sebesar Rp 89,1 triliun.

Kepada Pertamina, pemerintah membayarkan kompensasi atas penyaluran BBM dan LPG subsidi yang dilakukan pada 2021 sebesar Rp 64,5 triliun. Per April 2022 lalu, pemerintah telah membayarkan kompensasi sebesar Rp 29 triliun.

Sepanjang 2022, total pembayaran subsidi dan kompensasi untuk periode hingga 2021 yang telah dibayarkan pemerintah kepada Pertamina sebesar Rp 93,5 triliun.

Direktur Utama Pertamina, Nicke Widyawati menyampaikan pembayaran tersebut akan berdampak positif pada keuangan perusahaan dalam menjaga ketahanan energi nasional.

"Pembayaran ini dapat memperkuat cashflow untuk menjaga ketahanan energi nasional. Ini bentuk ketulusan dan dukungan penuh pemerintah untuk menjadikan Pertamina semakin kuat dan mampu menjalankan tugas negara dalam melindungi daya beli masyarakat dari terpaan langsung harga minyak mentah dunia," ucap Nicke dalam keterangannya, Jumat (1/7/2022).

Nicke mengatakan, Kementerian Keuangan juga sudah menambah subsidi Rp 71,8 triliun dan kompensasi BBM sebesar Rp 234 triliun, sehingga total subsidi dan kompensasi menjadi Rp 401,8 triliun pada 2022 (asumsi harga minyak mentah Indonesia /ICP US$ 100 per barrel).

Menurutnya, upaya pemerintah menghadapi tantangan harga minyak mentah ini positif, apalagi bila dibandingkan dengan negara lain. Hal ini terlihat dari harga BBM Indonesia yang termasuk dua terendah di seluruh dunia.

"Apresiasi tak terhingga kepada pemerintah karena dengan menambah alokasi subsidi BBM dan LPG, pemerintah telah berusaha keras menjaga daya beli masyarakat," katanya.

PLN dapat kompensasi Rp 24,6 triliun. Cek halaman berikutnya.

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT