ADVERTISEMENT

Warga Ketar-ketir, Stok BBM Sri Lanka Kurang dari Sehari

Ignacio Geordi Oswaldo - detikFinance
Selasa, 05 Jul 2022 21:15 WIB
Krisis ekonomi membuat warga Sri Lanka mengantre berhari-hari agar dapat membeli BBM. Selain itu warga diminta menunjukkan token saat akan membeli BBM di SPBU.
Foto: NurPhoto via Getty Images/NurPhoto
Jakarta -

Kondisi Sri Lanka kini sudah semakin kritis. Saat ini negara yang sudah mengalami kebangkrutan itu hanya memiliki sisa bahan bakar untuk kurang dari satu hari.

Hal ini sebagaimana yang telah disampaikan oleh Menteri Tenaga dan Energi Kanchana Wijesekera pada Minggu (3/7/2022). Wijesekera mengatakan cadangan bensin sekitar 4.000 ton, tepat di bawah konsumsi satu hari, ketika antrian mengular melalui kota utama Kolombo selama beberapa kilometer.

Melansir dari Al-Jazeera, imbas kurangnya stok BBM tersebut, Sri Lanka harus memperpanjang penutupan sekolah karena tidak ada cukup bahan bakar bagi guru dan orang tua untuk membawa anak-anak ke ruang kelas.

Perdana Menteri Sri Lanka Ranil Wickremesinghe mengatakan kepada Al Jazeera pekan lalu bahwa kekurangan bahan bakar ini setidaknya akan berlangsung hingga 22 Juli mendatang, ketika pengiriman stok BBM berikutnya sampai ke negara tersebut.

Dia mengatakan kesepakatan gas telah diamankan yang akan memastikan pasokan untuk empat bulan ke depan.

"Ini (kekurangan bahan bakar) adalah kemunduran besar bagi perekonomian dan telah menyebabkan banyak kesulitan bagi orang-orang. Ketika kami masuk, kekurangan dolar benar-benar berkontribusi pada situasi ini. Kami telah mengambil langkah sejak saat itu terutama untuk mendapatkan gas yang akan tersedia dalam beberapa hari ke depan, solar dan juga minyak tungku," katanya.

"Masalahnya adalah bensin ... dan itu akan memakan sedikit waktu. Kami berharap untuk mendapatkan pengiriman bensin pada 22 Juli tetapi saya telah meminta menteri [yang bersangkutan] untuk mencoba mendapatkan pengiriman lebih awal," jelasnya lagi

(fdl/fdl)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT