ADVERTISEMENT

BBM Pertamina Dijual Jauh di Bawah Harga Pasar, Bakal Ada Kenaikan?

Herdi Alif Al Hikam - detikFinance
Rabu, 06 Jul 2022 17:01 WIB
Direktur Utama Pertamina Nicke Widyawati menyapa para pelanggan di SPBU Rasuna Said, Kuningan Jakarta, Senin  (3/9/2018). Ia berbincang dan melayani langsung pelanggan. Agenda tersebut untuk menyambut Hari Pelanggan Nasional yang jatuh pada Selasa (4/9) besok.
Direktur Utama PT Pertamina (Persero) Nicke Widyawati/Foto: Ari Saputra
Jakarta -

Di tengah tingginya harga minyak dunia, Pertamina menegaskan tak akan menaikkan harga BBM subsidi mulai dari Solar hingga Pertalite dalam waktu dekat. Hal itu diungkapkan langsung oleh Direktur Utama PT Pertamina (Persero) Nicke Widyawati.

Nicke menjelaskan pengaturan BBM subsidi dilakukan oleh pemerintah karena Pertamina hanya melaksanakan penugasan. Sejauh ini belum ada pembicaraan dari pemerintah untuk mengkaji kenaikan harga BBM, meskipun harga minyak dunia sedang tinggi.

"Tidak ada (kenaikan BBM). Sampai hari ini kami tidak pernah bahas soal itu, oleh karena itu kemarin dilakukan adalah tambahan anggaran," tegas Nicke dalam rapat kerja dengan Komisi VI DPR RI, Rabu (6/7/2022).

"Kalau ditanya kenaikan harga Solar atau Pertalite? Tidak ada kenaikan, karena itu kewenangan pemerintah, sepanjang pengetahuan saya pembahasan soal ini belum dilakukan," katanya.

Sementara untuk Pertamax, yang bukan BBM penugasan atau subsidi belum ada rencana dinaikkan. Kenaikan harga Pertamax menurutnya akan dilakukan bertahap agar tidak banyak yang beralih ke Pertalite.

"Kita naikkan Pertamax juga bertahap. Kalau dilihat pun Pertamax juga yang pakai kebanyakan kalangan mampu bukan orang miskin," kata Nicke.

Di sisi lain, Nicke mengatakan Pertamina hanya melakukan penyesuaian harga Pertamax Turbo. BBM yang satu ini rutin disesuaikan harganya. Dia bilang Pertamax Turbo pun kebanyakan digunakan oleh orang kaya, jadi kenaikannya tak banyak berdampak ke masyarakat.

"Kalau kami yang naik itu Pertamax Turbo mungkin. Kalau itu kan yang pakai juga orang kaya mobilnya cc tinggi," kata Nicke.

Sejauh ini, BBM yang dijual Pertamina sangat jauh dari harga keekonomian di pasar. Untuk produk solar subsidi misalnya selisih harganya sudah mencapai Rp 13.000 per liter. Pertamina menjual solar di harga Rp 5.150 sedangkan harga pasar Rp 18.150 per liter. Selisih harga ditahan lewat subsidi energi yang diberikan pemerintah.

Sementara itu, untuk Pertalite harga keekonomiannya mencapai Rp 17.200 per liter, Pertamina menjualnya Rp 7.650 per liter. Tiap liternya, Pertalite dikompensasi pemerintah Rp 9.550. Harga Pertamax juga seharusnya Rp 17.950 per liter, namun Pertamina menjualnya Rp 12.500 per liter.

Simak video 'Usulan Buat Pertamina Agar Masyarakat Hijrah ke Pertamax':

[Gambas:Video 20detik]



(hal/ara)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT