ADVERTISEMENT

Perjalanan Harga BBM Subsidi Sejak Era Bung Karno hingga Jokowi

Achmad Dwi Afriyadi - detikFinance
Minggu, 10 Jul 2022 09:05 WIB
Warga membeli bbm subsidi jenis premium di SPBU Pertamina, Otista, Jakarta Timur, Jumat (15/11/2019). Pertamina berharap penyaluran BBM Bersubsidi tepat sasaran. Sebab yang terjadi di lapangan hingga kini BBM Bersubsidi masih banyak dikonsumsi oleh masyarakat yang secara ekonomi tergolong mampu.
Foto: Agung Pambudhy

Presiden selanjutnya BJ Habibie tak melakukan penyesuaian harga BBM selama menjabat. Harga BBM dari Mei 1998 hingga Oktober 1999 sama dengan harga BBM di masa akhir Presiden Soeharto.

Presiden Abdurrahman Wahid atau Gusdur melakukan empat kali penyesuaian harga BBM di dua tahun masa pemerintahannya. Sama dengan era Soeharto, penyesuaian ini tidak dilakukan secara serentak untuk semua jenis.

Di Oktober 2000, harga Premium yakni Rp 1.150/liter, minyak tanah Rp 350/liter dan solar Rp 600/liter. Kemudian, di tahun 2001 harga Premium Rp 1.450/liter, minyak tanah Rp 1.289/liter dan solar Rp 1.250/liter.

Presiden Megawati Soekarnoputri yang menjabat pada 23 Juli 2021 hingga 20 Oktober 2004 cukup banyak melakukan penyesuaian harga BBM. Sekitar 3 tahun menjabat, Mega melakukan penyesuaian harga sebanyak 18 kali.

Posisi harga BBM pada Agustus 2001 yakni Premium Rp 1.450/liter, minyak tanah Rp 1.205/liter dan solar Rp 1.190/liter. Kemudian, pada Oktober 2004 harga Premium berubah menjadi Rp 1.810/liter, minyak tanah Rp 1.800/liter dan solar Rp 1.650/liter.

Berikutnya, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) yang menjabat dua periode dari Oktober 2004 hingga Oktober 2014 melakukan 8 kali penyesuaian harga BBM.

Harga Premium mulanya Rp 1.810/liter pada November 2004 berubah menjadi Rp 6.500/liter pada Oktober 2014. Dalam rentan waktu yang sama, minyak tanah berubah dari Rp 1.800/liter menjadi Rp 2.500/liter dan solar dari Rp 1.650/liter menjadi Rp 5.500/liter.

Presiden Joko Widodo (Jokowi) juga melakukan beberapa kali penyesuaian. Bahkan, penyesuaian harga itu dilakukan tak lama usai ia menjabat. Pada November 2014, ia menaikkan harga Premium dari Rp 6.500/liter menjadi Rp 8.500/liter. Kemudian, solar dari Rp 5.500/liter menjadi Rp 7.500/liter.

Setelah itu beberapa kali penyesuaian harga BBM subsidi dilakukan, tak hanya naik tapi juga turun. Saat ini, harga Premium Rp 6.450/liter dan solar Rp 5.150/liter. Sementara, Pertalite yang kini berstatus BBM penugasan harganya Rp 7.650/liter.



Simak Video "Wanti-wanti Jokowi Harga BBM-Roti Bisa Naik Gegara Perang di Ukraina"
[Gambas:Video 20detik]

(acd/zlf)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT