ADVERTISEMENT

Penjual Ambil Untung Tipis dari LPG Nonsubsidi Usai Harganya Naik Lagi

Ardan Adhi Chandra - detikFinance
Senin, 11 Jul 2022 18:00 WIB
PT Pertamina (Persero) dikabarkan akan menarik tabung biru Elpiji 12 kilogram (kg). Selanjutnya, Pertamina memasok ke konsumen tabung Bright Gas 12 kg.
Penjual Ambil Untung Tipis Jual LPG Nonsubsidi Usai Harganya Naik Lagi/Foto: Rifkianto Nugroho
Jakarta -

Pengecer LPG nonsubsidi mengeluhkan kenaikan harga Bright Gas 5,5 kg dan Bright Gas/Elpiji 12 kg. Kenaikan itu dikhawatirkan semakin membuat penjualan menurun karena konsumen beralih ke gas tabung melon.

Pengecer bernama Elis (41) mengatakan sebelum kenaikan harga per 10 Juli 2022, penjualan LPG nonsubsidi bisa dihitung jari bahkan seringnya dalam sehari tidak terjual sama sekali. Stok 10 tabung 12 kg saja masih ada sejak sebelum Lebaran Idul Fitri pada April 2022 lalu.

"Kemarin sebelum Lebaran belinya. Udah laku 1, jual Rp 185.000 itu juga pada keberatan apalagi ini Rp 200.000 lebih ya Allah pada berhenti kali (pakai LPG 12 kg)," kata Elis saat berbincang dengan detikcom di warungnya kawasan Kebon Jeruk, Jakarta Barat, Senin (11/7/2022).

Sebelumnya Elis menjual Bright Gas/Elpiji 12 kg seharga Rp 185.000. Dengan adanya kenaikan lagi, dirinya mengaku hanya akan mengambil untung tipis menjadi sekitar Rp 220.000-an.

"Tabung gede (12 kg) itu barang yang slow moving sehingga ambil untungnya agak besar dikit, tapi paling ini Rp 5.000 aja selisihnya dari agen karena kasihan juga kan," imbuhnya.

Hal yang sama juga dikatakan oleh pedagang bernama Usman (59). Kenaikan harga LPG nonsubsidi yang terjadi berkali-kali dalam setahun membuat stoknya tidak laku karena konsumen banyak beralih ke LPG 3 kg.

"Jarang yang beli, biasanya langganan setiap hari ambil 1, sekarang sudah naik harganya Rp 200.000, orang pada pakai ini semua (tunjuk gas melon). Gawat benar ini nggak laku, makanya banyak kosong aku nggak mau isi," tuturnya.

Usman mengaku langsung menaikkan harga LPG nonsubsidi setelah ada surat edaran per 10 Juli 2022. Dari harga Bright Gas/Elpiji 12 kg sebelumnya Rp 195.000, dia mengaku akan menjualnya jadi Rp 220.000-an.

"Harga baru lah langsung, gila naiknya cepat bener. Mungkin saya akan jualnya jadi Rp 218.000 sampai Rp 220.000-an, nggak mau ambil (untung) banyak-banyak, ada yang mau juga syukur," kata Usman.

Selain menjual yang tabung 12 kg, Usman juga menjual Bright Gas 5,5 kg yang sebelumnya dijual dengan harga Rp 95.000. Dengan kenaikan ini, ia juga harus menaikkan harga menjadi Rp 110.000-an.

Harga Terbaru LPG Nonsubsidi

PT Pertamina (Persero) menaikkan harga gas LPG nonsubsidi per 10 Juli 2022 di mana Bright Gas 5,5 kg menjadi Rp 100.000 dan Bright Gas/Elpiji 12 kg menjadi Rp 213.000. Harga ini berlaku di Banten, DKI Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, DI Yogyakarta, Jawa Timur, Nusa Tenggara.

Harga itu semakin membuat selisihnya jauh dengan LPG subsidi 3 kg atau gas melon. Maklum, kenaikan LPG nonsubsidi sudah kedua kalinya di tahun ini setelah akhir 2021 naik. Sedangkan LPG subsidi belum ada kenaikan sejak 2007.

Harga isi ulang LPG subsidi 3 kg di tingkat konsumen rata-rata senilai Rp 21 ribu atau Rp 7 ribu per kg. Harga ini tidak mengalami penyesuaian harga atau tetap karena disubsidi pemerintah.

(ara/ara)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT