ADVERTISEMENT

IMF Wanti-wanti Subsidi di RI: Jangan Berikan ke Orang Kaya!

Herdi Alif Al Hikam - detikFinance
Minggu, 17 Jul 2022 20:45 WIB
Infografis harga asli BBM Pertalite dan Solar
Foto: Infografis detikcom/Zaki Alfarabi
Jakarta -

Indonesia diminta untuk lebih selektif untuk memberikan subsidi. Hal ini diungkapkan oleh Direktur Pelaksana Dana Moneter Internasional (International Monetary Fund/IMF) Kristalina Georgieva sumringah saat mengunjungi pusat belanja Sarinah.

Subsidi harus diberikan secara tepat dengan sasaran orang yang membutuhkan. Kristalina menyatakan subsidi harus diatur supaya jangan sampai bocor ke orang kaya di Indonesia.

Menurutnya kebijakan subsidi sangat tepat diberikan bagi masyarakat Indonesia. Namun, belanja subsidi masih terlalu besar. Maka dari itu subsidi harus lebih diperketat penggunaannya.

"Sangat penting bagi kebijakan fiskal Indonesia untuk tetap fokus dalam memberikan bantuan dengan sasaran yang tepat. Jangan memberikan subsidi kepada semua orang termasuk yang kaya, tetapi fokus kepada mereka yang sangat membutuhkan," papar Kristalina dalam konferensi pers usai melakukan kunjungan ke Sarinah, Jakarta Pusat, Minggu (17/7/2022).

"Kenapa? Karena kebijakan ini membelanjakan anggaran terlalu besar," lanjutnya.

Kristalina juga memuji kebijakan jaring pengaman sosial di Indonesia yang berhasil melindungi masyarakat dari dampak COVID-19. Ke depannya menghadapi krisis ekonomi global subsidi sebagai jaring pengaman sosial bagi masyarakat miskin harus tetap diberikan secara selektif.

"Ekonomi Indonesia tahun lalu perkembangannya sangat luar biasa. Saat dihantam COVID-19 Indonesia berhasil mencegah penurunan ekonomi tak sedalam negara lain. Jaring pengaman sosial mencegah dampak dirasakan masyarakat miskin, makanya ini sangat diperlukan," kata Kristalina.

Sejauh ini, salah satu langkah yang dilakukan pemerintah untuk mencegah subsidi bocor adalah dengan mengganti skema subsidi yang tadinya terbuka dengan subsidi tertutup berbasis orang. Kepala Badan Kebijakan Fiskal (BKF) Kementerian Keuangan Febrio Kacaribu mengatakan skema subsidi baru ini sedang disiapkan untuk diterapkan.

"Kalau kita lihat bagaimana manfaat yang diterima masyarakat terhadap LPG memang terlihat sekali dinikmati oleh hampir seluruh masyarakat dengan justru kelompok yang mampu," kata Febrio dikutip dari Antara, Selasa (14/6/2022).

(hal/dna)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT