BBM Non-Subsidi Naik Rp 2.000, Ternyata Masih Lebih Murah dari Negara Lain

ADVERTISEMENT

BBM Non-Subsidi Naik Rp 2.000, Ternyata Masih Lebih Murah dari Negara Lain

Ignacio Geordi Oswaldo - detikFinance
Jumat, 22 Jul 2022 11:04 WIB
Infografis harga asli BBM Pertalite dan Solar
Foto: Infografis detikcom/Zaki Alfarabi
Jakarta -

Belum lama ini PT Pertamina (Persero) menaikkan harga tiga jenis produk Bahan Bakar Minyak (BBM) non subsidi. Harga BBM yang naik adalah Pertamax Turbo, Dexlite dan Pertamina Dex.

Berdasarkan catatan detikcom, Pertamax Turbo (RON 98) naik dari semula Rp 14.500 per liter menjadi Rp 16.200 per liter, Dexlite naik dari semula Rp 12.950 per liter menjadi Rp 15.000 per liter, dan Pertamina Dex naik dari Rp 13.700 per liter menjadi Rp 16.500.

"Penyesuaian harga BBM Umum dalam rangka mengimplementasikan Keputusan Menteri (Kepmen) ESDM No. 62 K/12/MEM/2020 tentang Formula Harga Dasar Dalam Perhitungan Harga Jual Eceran Jenis Bahan Bakar Minyak Umum Jenis Bensin dan Minyak Solar yang Disalurkan Melalui SPBU," bunyi keterangan Pertamina, Minggu (10/7/2022).

Dengan kenaikan tersebut, harga BBM di Indonesia masih bisa dibilang murah?

Diketahui bahwa bila dibandingkan dengan negara lain, harga BBM di Indonesia masih tergolong murah. Sebagai contoh sebut saja Singapura dan sejumlah negara lainnya yang ternyata harga BBM di sana masih lebih mahal.

Untuk harga BBM di Singapura menyeragamkan semua harga jenis BBM menjadi mendekati 3 dolar Singapura atau setara Rp 32.226 (kurs Rp 10.742). Asosiasi Konsumen Singapura, Caltex, Esso, Shell, Sinopec, dan SPC sepakat telah menyesuaikan harga pada 7 Juli 2022.

Sinopec yang memiliki jaringan SPBU terkecil di Singapura, menetapkan harga BBM beroktan 98 senilai 3,62 dolar Singapura atau setara Rp 38.886 per liter. Lalu Shell menetapkan RON 95 senilai 3,15 dolar Singapura atau setara Rp 33.837 per liter dan RON 98 sebesar 3,64 dolar Singapura atau setara Rp 39.100 per liter.

Caltex memberi harga BBM-nya pada 3,1 dolar Singapura 1 atau setara Rp 33.407 per liter, 3,19 dolar Singapura atau setara Rp 34.226 per liter dan 3,83 dolar Singapura atau setara Rp 41.141 per liter untuk BBM beroktan 92-95 dan premium.

Berbeda dengan SPC yang menetapkan RON 92 seharga 3,10 dolar Singapura atau setara Rp 33.300 per liter, RON 95 seharga 3,14 dolar Singapura atau setara Rp 33.729 per liter dan RON 98 seharga 3,62 dolar Singapura atau setara Rp 38.886 per liter. Harga Solar merupakan yang termurah yakni 3 dolar Singapura per liter, dijual oleh Sinopec dan SPC.

Dari nilai tersebut, harga BBM di Singapura sekitar dua kali lipat lebih mahal dari harga BBM yang dijual Pertamina di Indonesia.

Selain itu ada juga Filipina yang harga BBM-nya masih lebih mahal dari pada Indonesia. Dilansir dari Inquirer, harga bensin terbaru di Filipina berkisar antara 76,45 peso hingga 96,15 peso atau setara Rp 20.412 hingga Rp 25.672 per liter (kurs Rp 267).

Diesel dijual seharga 81,20 peso hingga 95 peso atau setara Rp 21.680 hingga Rp 25.365 per liter, dan minyak tanah dijual seharga 86,80 peso hingga 95,74 peso atau setara Rp 23.175 hingga Rp 25.562 per liter.

Sedangkan di Eropa sana, sebut saja Inggris sebagai contoh, harga BBM termurah dipatok dengan harga Rp 30.000 per liter.

Dikutip dari Metro, Senin (18/7/2022), SPBU di Devon menjual BBM 20 pence lebih murah ketimbang harga rata-rata nasional. SPBU Shell di Trago Mills di Newton Abbot, Devon menjual BBM 169,9 pence. Lebih murah dibandingkan dengan harga rata-rata nasional 190,65 pence.

Bila dirupiahkan, harga 1 liter BBM di SPBU Shell tersebut setara Rp 29.000-30.000 an per liter. Memang mahal bila dibanding dengan Indonesia, namun di Inggris ini yang termurah.

Pengendara bisa menghemat 10 pound sterling atau Rp 178.000 sekali mengisi 55 liter tangki bensin. Selain itu SPBU tersebut juga menjual BBM diesel 181,9 pence. Lebih murah dibandingkan dengan rata-rata nasional 198,42 pence.

Jadi dapat disimpulkan bahwa meski harga BBM non-subsidi di Indonesia dinaikan, harganya masih lebih kompetitif/murah dari pada sejumlah negara lain.

(fdl/fdl)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT