ADVERTISEMENT

Laris Manis, Alokasi Bensin Campur Sawit 30% Tambah 860 Ribu Kiloliter

Shafira Cendra Arini - detikFinance
Rabu, 27 Jul 2022 16:51 WIB
Kementerian ESDM lewat Balitbang masih melakukan serangkaian uji coba bahan bakar campuran biodiesel 30% atau B30. Saat ini tahapan uji coba telah mencapai 70%.
Foto: Solehudin
Jakarta -

Alokasi bensin campur sawit 30% atau B30 akan mengalami peningkatan pada akhir tahun ini. Hal ini dilakukan atas dasar pertumbuhan ekonomi yang kian membaik menjelang akhir tahun 2022.

Informasi ini disampaikan oleh Direktur Jenderal Energi Baru, Terbarukan, dan Konservasi Energi (EBTKE) Kementerian ESDM, Dadan Kusdiana. Dalam pembukaan acara Peluncuran Uji Jalan B40 pada Rabu (27/07/2022) di Kantor Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), dia mengatakan peningkatan alokasi tersebut sekitar 860 ribu kiloliter.

"Sudah ada usulan dari Pertamina dan berapa BBM yang lain untuk minta tambahan alokasi. Tambahan total itu sekitar 860 ribu kiloliter dari 10,15 juta kiloliter," ujar Dadan.

Dadan mengatakan, menurutnya hal ini terjadi karena pertumbuhan ekonomi saat ini sedang berada dalam masa recovery dan terus membaik, terutama dalam mendukung transportasi kegiatan logistik, proyek-proyek, dan industri.

"Jadi kita itu kelihatannya siklus ekonomi akan meningkat di akhir tahun. Sehingga per sekarang kita melihat satu-dua bulan ke depan masih aman dari sisi alokasi yang ada sekarang yang sudah disetujui," kata Dadan.

"Tapi kami akan melihat untuk posisi pemanfaatan di bulan Oktober-November-Desember," tambahnya.

Sementara itu, ia juga menjelaskan, sejauh ini atau selama semester 1 penyerapan B30 sudah capai 59% dari target. Pun data-data tahun sebelumnya juga mendukung dugaan akan kenaikan cukup besar di bulan Oktober sampai dengan Desember.

"Sekarang sudah 59 persen dari target dan sesuai dengan perkiraan, bahwa sekarang memang di angka 59-60 persen," tuturnya.

Sementara itu, perlu diketahui juga bahwa uji jalan B40 telah mulai dilaksanakan. Pengujian ini dilakukan pada 12 kendaraan roda empat berbahan bakar diesel yang akan melakukan perjalanan sekitar 40-50 ribu km dengan menggunakan bahan bakar solar campur sawit 40% itu. Uji jalan ini akan memakan waktu hingga tiga bulan dan ditargetkan rampung secara keseluruhan pada akhir tahun 2022 ini.

Meski demikian, Dadan belum dapat memastikan kapan biodiesel 40% ini akan mulai diterapkan dalam skala nasional mengingat tahapan uji ini masih termasuk ke dalam tahap teknis. Sementara, secara administratif masih membutuhkan proses yang cukup panjang hingga bisa diaplikasikan menjadi sebuah kebijakan.



Simak Video "Pabrik Biodiesel di Spanyol Meledak, Dua Orang Tewas"
[Gambas:Video 20detik]
(zlf/zlf)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT