ADVERTISEMENT

Pusat Digitalisasi Blok Rokan Siap Dukung Target Produksi Pertamina

Erika Dyah - detikFinance
Senin, 08 Agu 2022 14:41 WIB
Pertamina
Foto: Pertamina
Jakarta -

PT Pertamina Hulu Rokan (PHR) menghadirkan fasilitas Digital & Innovation Center (DICE) untuk mendukung pengambilan keputusan yang cepat dan tepat. Fasilitas pusat kendali operasional dan big data ini nantinya dapat memantau kegiatan di lapangan secara real time.

Adapun fasilitas DICE yang berlokasi di Kompleks PHR Rumbai, Pekanbaru ini diresmikan oleh Kepala SKK Migas Dwi Soetjipto dan Direktur Utama PT Pertamina (Persero) Nicke Widyawati.

"Langkah strategis ini merupakan bagian upaya Pertamina dalam mewujudkan operasi yang andal melalui inisiatif Go Digital. Fasilitas ini sangat penting dalam mendukung pengambilan keputusan secara cepat dan tepat, sehingga mendukung pencapaian target produksi," tutur Nicke dalam keterangan tertulis, Senin (8/8/2022).

Sementara itu, Dirut Pertamina Hulu Energi (PHE) Budiman Parhusip menjelaskan DICE merupakan hasil pengintegrasian dua fasilitas digital PHR, yakni War Room dan Integrated Optimization Decision Support Center (IODSC). Fasilitas tersebut dilengkapi 66 layar yang menampilkan data dan informasi dalam bentuk digital dashboard, di antaranya terkait pemantauan aktivitas pengeboran; jadwal pengeboran yang terintegrasi (Integrated Drilling Schedule); penyiapan lokasi pengeboran dan pembangunan fasilitas sumur minyak; dan pengelolaan kegiatan produksi dan perawatan peralatan.

"Di era industri 4.0, industri migas juga harus terus berinovasi melalui penerapan teknologi digital. Efisiensi dan produktivitas kegiatan operasi dapat dicapai dengan pemanfaatan dan pengolahan big data," tutur Budiman.

Direktur Utama PHR, Jaffee A Suardin menambahkan dengan adanya fasilitas DICE ini tim-tim terkait dapat langsung berdiskusi untuk mencari solusi terbaik saat menemui kendala di lapangan. Menurutnya, hal ini merupakan salah satu wujud semangat Go Collaborative Pertamina untuk mencapai operasi hulu migas yang produktif dan efisien.

"Fasilitas Digital & Innovation Center ini sangat mendukung rencana kerja masif dan agresif di WK Rokan, termasuk program pengeboran 400 hingga 500 sumur pada tahun ini," ujar Jaffee.

Ia menerangkan PHR memanfaatkan teknologi kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI) yang dapat dimanfaatkan, antara lain untuk pengaturan jadwal perawatan ulang (workover) sumur secara otomatis; perencanaan pergerakan rig yang lebih optimal dan efisien; identifikasi kinerja pompa yang sudah tidak optimal; analisa dan pengukuran aliran minyak agar produksi optimal; serta pemantauan jarak jauh dan saling terintegrasi untuk kondisi tekanan fluida di dalam sumur minyak.

Lebih lanjut, ia memaparkan WK Rokan akan genap dikelola oleh PHR selama setahun pada 9 Agustus 2022 mendatang. Selama satu tahun ini, tingkat produksi WK migas terbesar kedua di Tanah Air ini tercatat mencapai sekitar 161 ribu BOPD (barel minyak per hari). Menurutnya, jumlah ini jauh lebih baik dibandingkan prediksi yang berada di kisaran 142 ribu BOPD jika tidak melakukan kegiatan masif dan agresif.

Sejak hari pertama alih kelola, lanjut Jaffee, PHR langsung tancap gas dengan rencana kerja yang masif dan agresif melalui target pengeboran 400 hingga 500 sumur baru pada tahun ini. Jumlah rig pengeboran meningkat dari 9 rig menjadi 21 rig pada saat ini. Ia mengatakan jumlahnya akan terus ditambah menjadi hingga 27 rig pada akhir tahun. Begitu juga dengan jumlah rig kerja ulang dan perbaikan sumur (WO/WS), dari 25 rig kini menjadi 32 rig WO/WS.



Simak Video "Ini Arti Kode Angka 31, 33, dan 34 di SPBU Pertamina"
[Gambas:Video 20detik]
(ega/ega)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT