ADVERTISEMENT

Anak Usaha Astra Tambah Saham Rp 176 M di Perusahaan Pembangkit Listrik

Sylke Febrina Laucereno - detikFinance
Senin, 08 Agu 2022 17:16 WIB
ILustrasi Listrik
Ilustrasi/Foto: Photo by Sebastian Pociecha on Unsplash
Jakarta -

PT Arkora Hydro Tbk (ARKO) perusahaan Pembangkit Listrik Mini Hydro (PLTM) mendapat investasi dari anak usaha United Tractors (Grup Astra) yaitu PT Energia Prima Nusantara. EPN yang merupakan anak usaha United Tractor ini resmi menambah kepemilikan saham di perseroan

Direktur Utama ARKO, Aldo Henry Artoko menjelaskan, bahwa sudah diterima informasi dari pemegang saham ACEI, telah dilakukannya penandatanganan perjanjian jual beli (CSPA) antara EPN dan ACEI Singapore (penjual) untuk menambah kepemilikan EPN melalui pembelian saham ARKO yang dimiliki oleh ACEI Singapore sebesar 21,61%.

"Transaksi penambahan kepemilikan saham di ARKO dilakukan Grup Astra melalui anak perusahaannya, yaitu UNTR. Total nilai transaksi pembelian mencapai Rp 176,5 miliar, sehingga total kepemilikan Grup Astra melalui UNTR di ARKO bertambah menjadi sebesar 31,49%," ujar dia dalam keterangan tertulis, Senin (8/8/2022).

Penambahan saham ini sejalan dengan visi misi pengembangan energi baru terbarukan untuk Indonesia. Dia meyakini dengan masuknya Grup Astra ke ARKO bisa mempercepat perkembangan energi baru terutama untuk mendapatkan proyek-proyek yang berskala besar dengan kapasitas diatas 25 MW per project guna merealisasikan visi perusahaan, yaitu untuk meningkatkan bauran energi terbarukan di Indonesia melalui pengembangan potensi potensi tenaga air di Tanah Air.

"Harapan ini tentunya didukung oleh kemampuan teknis, keuangan dan fundamental ARKO yang kuat," jelas Aldo.

Transaksi ini mendatangkan banyak manfaat bagi ARKO. ARKO bisa masuk ekosistem perusahaan yang sudah mature dengan corporate culture yang baik dan bisa bertumbuh besar lebih cepat lagi. "Kami bisa memanfaatkan resource dari Grup Astra/United Tractor untuk keperluan perkembangan perusahaan di masa depan," katanya.

Selain itu, transaksi ini juga merupakan validasi bagi ARKO sebagai perusahaan berkembang yang mempunyai fundamental kokoh, GCG yang baik dan prospek usaha yang kuat. Itu dibuktikan dengan perusahaan peringkat atas seperti Astra Group melalui UT (United Tractor) bisa memutuskan untuk masuk menjadi pemegang saham ARKO.

Tidak cuma itu, menurut Aldo, dengan partnership ini, ARKO memiliki akses yang lebih baik ke pembiayaan untuk proyek yang lebih besar dan penerapan GCG yang lebih baik untuk ARKO.

Aldo menambahkan, ARKO menyiapkan belanja modal Rp 200-250 miliar pada 2022 untuk pembangkit listrik tenaga air. "Kami juga berencana membelanjakan modal untuk proyek energi terbarukan lainnya, yaitu Arkora Tenaga Matahari sekitar Rp 20 miliar di 2022," jelas Aldo.

Sekadar informasi ARKO saat ini mengoperasikan 17,4 MW pembangkit listrik ramah lingkungan dan sedang membangun 15,4 MW pembangkit listrik tenaga air. ARKO juga sudah memiliki proyek2 dimasa depan yang siap di kembangkan untuk di bangun dengan total kapasitas sampai 50 MW.

Perusahaan juga sedang mengincar proyek-proyek pembangkit listrik tenaga air dengan kapasitas di atas 25 MW per project untuk di kembangkan 3-4 tahun ke depan.

"Dengan sudah sejalannya dengan pemerintah Indonesia dan dunia global mengenai Renewable Energy, kemampuan team atau human resource yang kompeten dan berdedikasi tinggi ditambah dengan adanya partner seperti United Tractor/Astra Group, kami sangat optimis dengan prospek ARKO di masa depan," jelas Aldo.

(kil/ara)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT