ADVERTISEMENT

Blok Rokan Bakal Salip Cepu Jadi Juara 'Ngebor' Minyak Tahun Ini

Herdi Alif Al Hikam - detikFinance
Selasa, 09 Agu 2022 10:21 WIB
Pekerja PT Pertamina Hulu Rokan (PHR) berjalan menuju dermaga untuk mengecek proses pengapalan lifting minyak mentah produksi PHR di Dumai Terminal Oil Wharf, Dumai, Riau.
Foto: ANTARA FOTO/NOVA WAHYUDI
Jakarta -

PT Pertamina (Persero) punya target besar setelah blok Rokan dialih kelola setahun ke belakang. Target besar tersebut adalah menjadikan produksi migas di Blok Rokan jumlahnya menyalip produksi migas di Blok Cepu yang dikelola asing, ExxonMobil.

Target ini disampaikan langsung oleh Dirut Pertamina Nicke Widyawati. Dalam kunjungannya ke fasilitas Digital & Innovation Center (DICE) yang berlokasi di kompleks Rumbai Command Centre (RCC), Nicke menyatakan target salip produksi Cepu harus bisa dilakukan Blok Rokan akhir tahun ini.

Menurutnya, kalau bisa di bulan Oktober produksi migas di Blok Rokan bisa mencapai 171,5 MBOPD. Dengan begitu Rokan bisa menyalip produksi Blok Cepu sebagai blok migas dengan produksi paling besar.

Saat ini sendiri produksi migas di Rokan rata-rata 159 MBOPD, di titik tertingginya berhasil mencapai 161,9 MBOPD. Sementara itu, angka produksi saat alih kelola dilakukan setahun lalu hanya mencapai 158.7 MBOPD.

"Tantangan kita adalah target salip Cepu akhir tahun, tapi sebenarnya kalau bisa di Oktober. 171,5 (MBOPD) itu bulan Oktober. Rokan jadi juara di Indonesia," kata Nicke saat memberikan sambutan dalam kunjungannya di fasilitas DICE, RCC, Pekanbaru, Riau, Senin (8/8/2022).

Maka dari itu, Nicke meminta PT Pertamina Hulu Rokan (PHR) selaku pengelola Blok Rokan bisa mempercepat pengembangan teknologi Enhanced Oil Recovery (EOR). Nicke meminta PHR cepat-cepat menyetor Plan of Development (PoD) alias rencana pengembangan EOR di Rokan ke Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas).

Di kesempatan yang sama, PHR sendiri sudah memberikan draf awal POD secara langsung kepada Kepala SKK Migas Dwi Soetjipto.

"POD-nya chemical EOR kalau bisa dibuat lebih cepat oleh PHR," ujar Nicke.

Di sisi lain, Dwi Soetjipto pun juga sempat mengingatkan agar PHR mampu meningkatkan lebih banyak produksi, khususnya untuk menyalip produksi migas dari ExxonMobil di Cepu.

"Kita salip Banyu Urip yang diproduksi sahabat kita dari ExxonMobil," sebut Dwi Soetjipto dalam acara yang sama.

Sejauh ini, PHR sendiri dalam jangka waktu setahun mengelola Blok Rokan telah banyak melakukan upaya untuk meningkatkan produksi. Salah satunya adalah dengan melakukan pengeboran yang masif.

Setidaknya saat ini sudah ada 370 kali pengeboran dilakukan dalam setahun ke belakang. Rencananya, hingga akhir tahun ini akan ada 500 kali pengeboran dilakukan PHR di Rokan.

"Jadi target kita kalau bisa Desember itu menembus 170 (MBOPD). Sekarang kan 162, kita lihat lagi ngebor lagi apakah Desember tembus 170," kata Direktur Utama PT Pertamina Hulu Rokan (PHR) Jaffee Arizon Suardin kepada wartawan di salah satu situs pengeboran minyak di Lapangan Duri, Blok Rokan.

Sejauh ini, Blok Rokan berkontribusi sebanyak 26% dari total produksi migas nasional, jumlah itu setara dengan 30% kontribusi ke subholding upstream Pertamina.

Blok Rokan sendiri baru saja dialih kelola setahun lalu oleh Pertamina setelah 97 tahun dikelola oleh PT Chevron Pacific Indonesia (CPI). Dalam catatan detikcom, Chevron pertama kali datang ke Blok Rokan sejak tahun 1924 dan melakukan produksi pertama di tahun 1952.

Blok migas tersebut memiliki luas wilayah 6.264 km2 memiliki dua lapangan minyak terbesar, yakni Minas dan Duri. Kedua lapangan tersebut menjadi lapangan minyak terbesar karena hasil produksi yang berlimpah.

(hal/eds)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT