ADVERTISEMENT

Pengusaha Batu Bara Pilih Bayar Denda Demi Ekspor Ketimbang Pasok Dalam Negeri

Achmad Dwi Afriyadi - detikFinance
Selasa, 09 Agu 2022 13:11 WIB
A miner works at an artisanal coal mine, or pocito (little hole), known for their rudimentary and often dangerous mining techniques, in Sabinas, Coahuila state, Mexico, August 8, 2022. REUTERS/Luis Cortes
Foto: REUTERS/LUIS CORTES
Jakarta -

Harga batu bara melesat di tengah meningkatnya kebutuhan energi dunia. Hal itu membuat perusahaan batu bara cenderung melakukan ekspor dibanding memenuhi kebutuhan dalam negeri.

Pemerintah sendiri telah mewajibkan pemenuhan 25% untuk kebutuhan dalam negeri dari rencana produksi dengan harga yang dipatok US$ 70 per ton.

Menteri ESDM Arifin Tasrif mengatakan, tingginya disparitas dengan harga batu bara dalam negeri tersebut membuat perusahaan batu bara cenderung memilih ekspor.

"Kondisi harga batu bara yang cukup tinggi saat ini perusahaan cenderung untuk mendapatkan pendapatan yang lebih baik, karena ada disparitas harga yang demikian besar dan ini mengakibatkan potensi industri dalam negeri bisa mengalami kekurangan," jelasnya dalam rapat kerja dengan Komisi VII, Jakarta, Selasa (9/8/2022).

Dia juga menuturkan, adanya sanksi berupa kompensasi dengan tarif yang kecil dan pembayaran denda bagi yang melanggar kontrak menyebabkan perusahaan batu bara cenderung lebih memilih untuk membayar sanksi tersebut agar bisa ekspor.

"Sanksi berupa pembayaran dana kompensasi dengan tarif yang kecil dan pembayaran denda bagi yang melanggar kontrak, menyebabkan perusahaan batu bara cenderung untuk lebih memilih membayar denda sanksi dan kompensasi, dibandingkan dengan nilai ekspor yang bisa diperoleh," terangnya.

"Untuk itu ada kecenderungan untuk menghindari kontrak dengan industri dalam negeri," tambahnya.

Maka itu, Arifin mengatakan, perlu adanya badan layanan umum (BLU) DMO Batu Bara untuk menjamin ketersediaan pasokan batu bara melalui penghimpunan dan penyaluran dana kompensasi.

"Sehingga dalam hal ini perlu kebijakan baru untuk menjamin ketersediaan pasokan batu bara dalam negeri melalui penghimpunan, penyaluran dana kompensasi melalui badan layanan usaha DMO batu bara," katanya.

Lihat juga video 'Prediksi Harga Minyak, Batu Bara dan CPO Versi Sri Mulyani':

[Gambas:Video 20detik]



(acd/zlf)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT