ADVERTISEMENT

Subsidi BBM RI Tembus Rp 502 T, Mobil Listrik Jadi Solusi?

Sylke Febrina Laucereno - detikFinance
Kamis, 11 Agu 2022 18:09 WIB
Ilustrasi mobil listrik
Foto: Getty Images/iStockphoto/Tramino
Jakarta -

Presiden Joko Widodo (Jokowi) beberapa kali menyebut tentang subsidi energi yang sudah tembus Rp 502 triliun. Bahkan Menteri Keuangan Sri Mulyani menyebut ada kemungkin jumlah subsidi itu akan bertambah.

Pemerintah sendiri tengah menggenjot pengembangan industri mobil listrik di Indonesia. Menko Perekonomian Airlangga Hartarto menyebut bahwa penggunaan mobil listrik didorong dalam rangka pengurangan BBM.

"Apapun situasinya kita menghadapi perfect storm tapi jangan khawatir mobil ada lampunya, jadi the future is bright," katanya ketika membuka pameran GIIAS 2022, Tangerang, Kamis (11/8/2022).

Ia menyebut bahwa Rasio kepemilikan mobil di Indonesia baru 99 per 1000 penduduk. Artinya karena gap kepemilikan mobil yang masih kecil maka industri otomotif berpotensi tumbuh lebih besar.

Dalam kesempatan yang sama Anggota Komisi VII Lamhot Sinaga menambahkan, di tengah harga minyak dunia yang melonjak, penggunaan mobil listrik bisa menjadi sangat penting. Sebab diyakini bisa menekan angka subsidi BBM yang diperkirakan sudah menembus lebih dari Rp 500 triliun. Oleh karenanya pemerintah harus segera membuka peta jalan menuju penggunaan mobil listrik sesegera mungkin, ujar Lamhot.

Diperkirakan ada 30 kendaraan model baru di GIIAS 2022. Ada 25 merek kendaraan penumpang dan berpartisipasi pada GIIAS 2022, yaitu Audi, BMW, Chery, Nissan, Daihatsu, DFSK, Honda, Hyundai, Isuzu, KIA, Lexus, Mazda, Toyota, MG, Mini, Mitsubishi Motors, Porsche, Subaru, Suzuki, Volkswagen, Wuling, serta kendaraan komersial seperti Hino, Isuzu, Fuso, dan UD Trucks.

Selain roda empat, lebih dari 100 merek industri pendukung juga hadir di sini, misalnya industri karoseri Adiputro, Laksana, dan Tentrem. Sementara roda dua di antaranya ada merek Alva, Astra Honda Motor, Benelli, CF Moto, Keeway, Pacific Bike, Segway, Selis, SM Motor, SYM, dan Wmoto.

Dalam penutupnya Lamhot berharap ke depan Indonesia bukan hanya sebagai konsumen otomotif saja, mengingat dengan produsen cadangan nikel terbesar yang menjadi sumber daya utama mobil listrik.



Simak Video "Masyarakat Mulai Tertarik Kendaraan Listrik, Ini Faktor Penyebabnya"
[Gambas:Video 20detik]
(kil/das)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT