ADVERTISEMENT

Anggaran Subsidi Energi & Kompensasinya Tembus Rp 336,7 T

Ilyas Fadilah - detikFinance
Selasa, 16 Agu 2022 23:10 WIB
Infografis 11 daerah wajib daftar MyPertamina buat beli Pertalite & Solar
Ilustrasi/Foto: Infografis detikcom/Fuad Hasim
Jakarta -

Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati membeberkan anggaran subsidi energi 2023, termasuk anggaran kompensasinya. Tahun depan, subsidi energi, termasuk kompensasi dari subsidi BBM dan listrik sebesar Rp 336,7 triliun.

Sementara pada 2022, subsidi energi plus anggaran kompensasinya Rp 502 triliun.

"Subsidi yang mencapai Rp 502 triliun tahun ini, termasuk subsidi energi dan kompensasi. Tahun depan anggarannya Rp 336,7 triliun," katanya di Jakarta, Selasa (16/8/2022).

Menurut Sri Mulyani penurunan subsidi energi tersebut seiring turunnya harga minyak dunia ke level US$ 90/barel. Selain itu, ia pun sudah menghitung proyeksi harga keekonomian minyak untuk tahun depan.

Sri Mulyani menambahkan, kurs rupiah yang membaik juga menjadi salah satu pertimbangan.

"Jadi angka Rp 336,7 triliun ini lebih rendah dari Rp 502,4 triliun karena faktor harga asumsi lebih rendah, nilai tukar rupiah, maupun volume tetap kita kendalikan," katanya menambahkan.

Sebagai informasi, harga rata-rata minyak mentah adalah US$ 95-US$ 105/barel. Jumlah ini lebih tinggi dibanding prediksi tahun depan yang hanya US$ 90/barel.

Sementara itu, kurs rupiah rata-rata berada di posisi Rp 14.750, atau sedikit menguat dari outlook 2022 sebesar Rp 14.500- Rp 14.900 terhadap dolar.

Meski subsidi saat ini tinggi, Sri Mulyani mengatakan jika APBN Indonesia dalam kondisi baik. Ia pun menyampaikan optimismenya dengan tetap waspada terhadap gejolak ekonomi global.

"Efek pandemi dan inflasi harus diwaspadai, ekonomi global melemah, dan geopolitik yang semakin tidak pasti," pungkasnya.

(hns/hns)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT