ADVERTISEMENT

Rencana Besar Transportasi di IKN: Tanpa BBM!

Anisa Indraini - detikFinance
Jumat, 19 Agu 2022 20:15 WIB
Presiden Joko Widodo meninjau pembangunan Ibu Kota Nusantara di Kalimantan Timur, Rabu (22/6). Jokowi tampak meninjau IKN bersama Ketua DPR RI Puan Maharani.
Foto: Dok. Laily Rachev-Biro Pers Sekretariat Presiden
Jakarta -

Transportasi di ibu kota negara (IKN) Nusantara direncanakan jauh berbeda dengan yang ada di DKI Jakarta saat ini. Konsep transportasi di Ibu kota baru yang berlokasi di Kalimantan Timur itu tidak menggunakan bahan bakar minyak (BBM).

Kepala Otorita IKN Bambang Susantono mengatakan IKN memiliki konsep 3D yakni Desain, Dekarbonisasi, dan Digitalisasi. Terkait Dekarbonisasi, semua transportasi yang lalu-lalang di IKN hanya lah yang ramah lingkungan (green transportation).

"Dekarbonisasi ini gampangnya adalah green transport. Kita ingin bahwa semuanya nanti green, semuanya pakai renewable transport, tidak ada yang pakai BBM," kata Bambang dalam Focus Group Discussion: Pengembangan Kawasan IKN yang Cerdas, Hijau & Berkelanjutan, Jumat (19/8/2022).

Selain transportasi darat, juga akan dikembangkan moda transportasi laut di IKN yang akan dipadukan dengan perkembangan teknologi terbaru atau yang disebut tol laut.

"Boat-boat atau kapal-kapal dengan penggerak tenaga matahari misalnya, tapi melayani antara Balikpapan ke IKN langsung 30 menit, dipadukan dengan pand transport nanti ada regional transport yang menghubungkan 3 kota yaitu Balikpapan, Samarinda dan Nusantara," bebernya.

Lalu ada Digitalisasi. Semua moda transportasi di IKN digadang-gadang akan menggunakan teknologi terbaru.

"Sebelum adanya COVID-19 kita sering berpikir bahwa transportasi kita akan terdisrupsi karena adanya perkembangan di bidang teknologi, semuanya akan mewarnai perkembangan teknologi transportasi. Dengan adanya COVID-19 tentu itu semua bagaimana yang terbaru nanti akan bisa diimplementasikan mana yang sesuai," ujarnya.

Terkait Desain, memiliki prinsip nature, people dan culture. Dikarenakan lokasinya berbukit-bukit, maka IKN dibangun dengan konsep sponge city sehingga akan ada semacam danau atau umbung sebagai tempat parkir air.

"Kalau teman-teman sudah pernah lihat kondisi di lapangan, ini memang berbukit-bukit. Nanti di antara bukit-bukit itu ada tempat-tempat parkir air namanya riparian karena kita ingin menggunakan konsep sponge city, kayak busa saat kita tidak butuh kita serap, kita taruh di riparian, disaat kita butuh kita ambil," jelasnya.

(aid/hns)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT