Freeport Gali Tambang Pakai Robot Remote Control, Begini Canggihnya

ADVERTISEMENT

Freeport Gali Tambang Pakai Robot Remote Control, Begini Canggihnya

Danang Sugianto - detikFinance
Kamis, 01 Sep 2022 17:05 WIB
PT Freeport Indonesia (PTFI) menerapkan otomatisasi untuk melakukan eksploitasi di beberapa lokasi tambang Grasberg. Ini dilakukan untuk meminimalisir risiko.
Foto: Danang Sugianto/detikcom
Jakarta -

PT Freeport Indonesia (PTFI) menerapkan otomatisasi untuk melakukan eksploitasi di beberapa lokasi tambang Grasberg. Meski tak dilakukan 100%, otomatisasi produksi ini dilakukan untuk meminimalisir risiko dan meningkatkan efisiensi.

SVP Undergroun Mine PTFI Hengky Rumbino menjelaskan bagi perusahaan memang menilai tidak perlu menerapkan 100% untuk digitalisasi atau otomatisasi produksi tambang. Namun PTFI menila ada beberapa lokasi penambangan yang harus mengimplementasikan digitalisasi.

"Bagi PTFI salah satu alasan utama kita terapkan otomatisasi tambang itu karena kita punya beberapa kondisi terkait keselamatam kerja yang tidak bisa kita tolerir. Jadi penerapan digitalisasi, remote tekonologi ini kita gunakan untuk memastikan beberapa pekerjaan di tambang bawah tanah yang memiliki risiko keselamatan tinggi, yang tidak bisa kita lakukan secara manual itu akan kita konversikan menggunakan digitalisasi," terangnya di Tembagapura, Kabupaten Mimika, Papua, Kamis (1/9/2022).

Dia menjelaskan risiko besar dari proses penambangan di Grasberg ada di tambang bawah tanah, salah satunya medan yang berbentuk lumpur basah. Bahkan diakuinya pernah terjadi kecelakaan kerja yang memakan korban jiwa.

"Kita punya beberapa pengalaman di mana dengan kegiatan produksi di tambang bawah tanah di area yang ada lumpur basah itu, pernah memakan korban karyawan kita sendiri, mulai dari cidera berat sampai fatality. Sehingga pada saat kita menghadapi area penambangan yang bersifat basah, kita secara otomatis langsung mengkonversikan peralatan manual, dalam hal ini loader manual untuk menjadi remote. Sehingga orangnya kita keluarkan dari area tersebut, hanya alat saja yang beroperasi," tuturnya.

Nah di lokasi itu kemudian pekerjaan penambangan melalui alat berat yang tadinya dikerjakan secara manual, dikonversi jadi melalui remote control. Alat berat untuk pengangkutan hasil tambang atau loader mine kini dioperasikan secara jarak jauh menggunakan remote. Selain itu alat berat untuk penghancur bebatuan atau rock breaker juga dilakukan secara remote.

PTFI sendiri menggunakan jaringan WIFI fiber optic untuk mengkoneksikan operator yang memegang alat remote control dengan alat berat yang berada di lokasi tambang. Hari ini PTFI bersama dengan Telkomsel melakukan peluncuran untuk uji coba teknologi 5G mining.

Hengky melanjutkan, Grasberg sendiri memiliki 3 lokasi tambang bawah tanah yakni Grassberg Block Cave (GBC), DMLZ dan Big Gossan. Dari 3 tambang bawah tanah tersebut baru GBC dan DMLZ yang sudah memanfaatkan digitalisasi penambangan.

"Nah di masing-masing tambang ini kita punya operator loader mine jam sekitar 20-an orang, total 40-an yang ada. Itu untuk loader saja, belum lagi kita punya mesin penghandur bebatuan atau rock braker, ini kita operasikan 100% secara remote dari permukaan," tambahnya.

Yang membuat proses digitalisasi penambangan ini menguntungkan bagi perusahaan adalah karena 1 orang operatos bisa mengoperasikan lebih dari 1 alat berat. Tidak seperti pengoperasian manual yang 1 orang hanya memegang 1 alat berat.

Selain itu, Hengky menjelaskan, proses penambangan bawah tanah sebenarnya membutuhkan modal yang besar. Sebab diperlukan pembuatan pembuangan gas atau ventilasi khusus untuk membuang gas yang dikeluarkan oleh alat berat.

"Kita punya beberapa kondisi dmn, misalnya di tambang bawah tanah GBC itu kapasitas produksi kita sangat tinggi, artinya kita berprodiksi dengan rata-rata di atas 100 ribu ton per hari. Dengan kondisi ini tentunya harus memiliki ventilasi tambang yang cukup besar," tukasnya.

Selain alat berat yang kini dioperasikan secara remote, PTFI juga menggunakan kereta otomatis untuk mengangkut hasil tambang keluar dari lokasi tambang bawah tanah. Kereta itu beroperasi menggunakan listik yang tidak menghasilkan emisi gas buang.

Simak juga Video: Jokowi Pamerkan Teknologi 5G Mining Pertama di Asia Tenggara

[Gambas:Video 20detik]



(das/dna)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT