Bos Raksasa Minyak Rusia yang Kritik Invasi Meninggal Jatuh dari Jendela RS

ADVERTISEMENT

Bos Raksasa Minyak Rusia yang Kritik Invasi Meninggal Jatuh dari Jendela RS

Shafira Cendra Arini - detikFinance
Jumat, 02 Sep 2022 08:30 WIB
Jakarta -

Bos raksasa minyak Rusia Lukoil, Ravil Maganov, meninggal setelah jatuh dari jendela rumah sakit di Moskow. Maganov meninggal dunia setelah sakit parah.

Dikutip dari BBC, Jumat (2/9/2022), media lokal Rusia, Tass menyebut Maganov dirawat di Rumah Sakit Klinik Pusat Moskow dan meninggal karena luka-luka. Maganov menjatuhkan diri dari jendela lantai enam pada Kamis pagi.

Pihak berwenang yang menyelidiki mengatakan, mereka sedang menyelidiki tempat kejadian untuk menetapkan bagaimana ia meninggal. Kematian Maganov adalah yang terbaru dari sejumlah kasus eksekutif bisnis terkenal yang meninggal dalam keadaan misterius.

Tak lama setelah Rusia menginvasi Ukraina, dewan Lukoil menyerukan agar konflik itu segera diakhiri, dan mengungkapkan simpatinya kepada para korban tragedi tersebut. Kemudian Presiden Lukoil, Vagit Alekperov mengundurkan diri pada April lalu setelah Inggris menjatuhkan sanksi kepadanya sebagai tanggapan atas invasi Rusia.

Beberapa penguasa energi Rusia telah meninggal dalam keadaan yang tidak biasa dalam beberapa bulan terakhir di antaranya, jutawan Novatek, mantan manajer Sergei Protosenya, ditemukan bersama istri dan putrinya di sebuah vila Spanyol pada April.

Tak hanya itu, pada bulan yang sama, seorang mantan wakil presiden Gazprombank, Vladislav Avayev juga ditemukan tewas bersama istri dan putrinya di flat mereka di Moskow. Kemudian pada Mei, mantan bos besar Lukoil, Alexander Subbotin, meninggal karena gagal jantung setelah mencari pengobatan alternatif.

Sebagai tambahan informasi, Maganov telah menerima perawatan di sebuah rumah sakit di pinggiran barat Moskow. Maganov berperan besar dalam perkembangan perusahaan swasta terbesar di Rusia tersebut dari segi manajerial.

Ia mulai bekerja untuk perusahaan minyak itu pada 1993 dan mengambil alih sebagai pimpinan dua tahun lalu. Selanjutnya pada tiga tahun lalu dia diberi penghargaan pencapaian seumur hidup oleh Presiden Rusia Vladimir Putin.

(ara/ara)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT