Siap-siap! Cabai, Beras, Sampai Telur Paling Kena Dampak BBM Naik

ADVERTISEMENT

Siap-siap! Cabai, Beras, Sampai Telur Paling Kena Dampak BBM Naik

Anisa Indraini - detikFinance
Minggu, 04 Sep 2022 17:30 WIB
Harga kebutuhan pokok seperti daging, ayam potong, cabai hingga buah masih tinggi di Pasar Kelapa Gading Timur, Jakut. Para pedagang pun tetap mencoba bertahan di tengah tingginya harga.
Foto: Pradita Utama/detikcom
Jakarta -

Harga sejumlah komoditas pangan diprediksi akan mengalami kenaikan dalam beberapa waktu mendatang. Hal ini imbas kenaikan harga BBM Pertalite dan Solar yang berlaku 3 September 2022.

Ketua Umum Asosiasi Pedagang Pasar Seluruh Indonesia (APPSI) Sudaryono mengatakan harga bahan pokok bisa naik karena ada perhitungan biaya logistik dari tempat produksi ke pasar. Komoditas yang sudah pasti naik seperti beras dan aneka cabai.

"Jadi pedagang pasar itu kan selalu mendapat barang yang dipasok, nah harga itu sudah termasuk harga angkutan. Tentu saja misalnya kita ngomong beras, cabai, komoditi penting saya kira akan mengalami kenaikan," kata Sudaryono kepada detikcom, Minggu (4/9/2022).

Sudaryono mengaku sampai saat ini masih memantau berapa kenaikan bahan-bahan pangan akibat dampak naiknya harga BBM. Dia berharap kenaikannya tidak terlalu signifikan jika melihat dari komponen biaya logistik di harga pangan.

"Seberapa besar kenaikannya kami berharap tidak terlalu signifikan mengingat biaya logistik dari harga barang tidak terlalu besar mungkin 2-5% paling tinggi. Misalnya beras di angka Rp 10 ribu, sebetulnya biaya logistiknya kalau dari Jawa ke Jakarta di kisaran Rp 100-300," jelasnya.

Direktur Center of Economic and Law Studies (CELIOS) Bhima Yudhistira menambahkan komoditas pangan yang paling rentan mengalami kenaikan akibat harga BBM naik adalah telur dan daging ayam maupun sapi. Pasalnya biaya produksi pertanian dan angkutan akan meningkat.

"Sudah mulai terlihat misalnya dari beras, kemudian telur, ayam, cabai, terutama cabai rawit, daging sapi dan itu adalah komoditas yang rentang mengalami kenaikan harga akibat BBM naik baik Pertalite maupun Solar terutama," imbuhnya.

Kemungkinan naiknya harga telur dan daging ayam diamini oleh Ketua Paguyuban Peternak Rakyat Nusantara (PPRN) Alvino Antonio. Dia sudah memprediksi kenaikan harga BBM akan membuat biaya angkut pakan ternak dari pabrik ke kandang naik.

"Pasti otomatis harga pokok produksi telur dan daging ayam naik, cuma besarannya belum tahu. Pasti besok, kalau hari ini kantor tutup semua dan belum ada aktivitas," ujarnya.

(aid/dna)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT