Jokowi Legowo Kalau RI Kalah Gugatan Larangan Ekspor Nikel di WTO

ADVERTISEMENT

Jokowi Legowo Kalau RI Kalah Gugatan Larangan Ekspor Nikel di WTO

Danang Sugianto - detikFinance
Rabu, 07 Sep 2022 17:21 WIB
Presiden Joko Widodo (Jokowi) hadir sekaligus membuka acara Sarasehan 100 Ekonom Indonesia di Gedung Bank Mega, Jakarta Selatan, Rabu (7/9/2022).
Presiden Joko Widodo. Foto: Grandyos Zafna
Jakarta -

Presiden Joko Widodo kembali menyinggung tentang gugatan yang dilayangkan Uni Eropa terhadap Indonesia di WTO karena larangan ekspor nikel. Jokowi mengaku legowo jika ternyata Indonesia kalah dalam perkara tersebut.

Awalnya Jokowi berbicara mengenai hilirisasi yang dilakukan pemerintah dengan melakukan pelarangan ekspor bahan mentah produk pertambangan. Salah satu yang sudah dilakukan adalah larangan ekspor nikel.

Selain nikel, pemerintah juga berencana akan melarang ekspor tembaga hingga timah. Jokowi yakin jika itu konsisten dilakukan akan mendorong Produk Domestik Bruto (PDB) RI di 2030 hingga US$ 3 triliun.

"Kalau ini terus konsisten saya meyakini GDP kita di 2030 sudah di atas US$ 3 triliun, saya yakin, insya Allah itu akan tembus angka 3," tuturnya dalam acara Sarasehan 100 Ekonom di Gedung Bank Mega, Jakarta, Rabu (7/9/2022).

Tak hanya PDB, Jokowi juga yakin hilirisasi bisa mendorong pendapatan per kapitan Indonesia. Namun itu bisa berhasil tercapai asal dilakukan secara konsisten dan dia berharap presiden setelahnya juga bisa konsisten.

Setelah itu Jokowi berpesan agar pemimpin selanjutnya tidak perlu takut untuk menyetop ekspor nikel. Meskipun harus digugat oleh Uni Eropa ke WTO.

"Pemimpin yang akan datang juga konsisten seperti ini, nggak perlu takut kita ini stop ekspor nikel, kemudian dibawa ke WTO, nggak apa-apa," ucapnya.

Jokowi berbicara mengenai itu juga menegaskan bahwa dirinya tak takut menghadapi gugatan tersebut. Dia juga mengakui Indonesia kemungkinan kalah, tapi dia mengaku tidak mempermasalahkan hal tersebut.

"Kelihatannya juga kalah kita di WTO, nggak apa-apa, tapi industrinya sudah jadi dulu. Kalah nggak apa-apa, syukur bisa menang, tapi kalau kalah pun nggak apa-apa," tegasnya.

Menurutnya, meski RI kalah, setidaknya Indonesia sudah bisa mengembangkan industri turunan nikel di dalam negeri. Itulah yang menjadi tujuan Jokowi melarang ekspor nikel.

"Industrinya sudah jadi dulu, nggak apa-apa ini memperbaiki tata kelola kok, dan nilai tambah di dalam negeri," tutupnya.



Simak Video "Kode Jokowi soal Calon Penerus: 'Rambut Putih'-Jangan Cuma Duduk Manis"
[Gambas:Video 20detik]
(das/hns)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT