Cabut Subsidi BBM, Presiden Kenya Hemat Belanja Sampai Rp 1,8 T!

ADVERTISEMENT

Cabut Subsidi BBM, Presiden Kenya Hemat Belanja Sampai Rp 1,8 T!

Ilyas Fadilah - detikFinance
Jumat, 16 Sep 2022 16:26 WIB
Deputy President and presidential candidate William Ruto leaves after casting his vote in Kenyas general election in Sugoi, 50 kms (35 miles) north west of Eldoret, Kenya, Tuesday Aug. 9, 2022. Kenyans are voting to choose between opposition leader Raila Odinga and Ruto to succeed President Uhuru Kenyatta after a decade in power. (AP Photo/Brian Inganga)
Foto: AP/Brian Inganga
Jakarta -

Baru dilantik sebagai presiden Kenya, William Ruto langsung mengambil kebijakan mengejutkan. Ruto menghapus subsidi Bahan Bakar Minyak (BBM) dan menaikkan harga ecerannya ke level tertinggi sepanjang masa.

Melansir kenyans.co.ke, Jumat (16/9/2022), pemerintah Kenya memangkas jumlah subsidi BBM hingga miliaran Kenyan shilling (Ksh). Subsidi BBM turun dari sebelumnya Ksh 19 miliar atau Rp 2,3 triliun (kurs Rp 124) menjadi hanya Ksh 4,3 miliar atau sekitar Rp 533 miliar. Artinya total anggaran yang dihemat mencapai Ksh 14,7 miliar atau Rp 1,82 triliun.

Dalam pidato pengukuhannya, Ruto menyatakan bahwa negara dapat menghabiskan lebih dari Ksh 280 miliar atau Rp 34,72 triliun untuk subsidi bahan bakar yang disebutnya tidak berkelanjutan.

Setelah mencabut subsidi, pemerintah memutuskan untuk menggunakan uang yang dikumpulkan dari Pajak Pengembangan Minyak untuk mengkompensasi Perusahaan Pemasaran Minyak (OMC) atas perbedaan biaya dari 15 September hingga 14 Oktober.

Keputusan itu mengurangi beban Departemen Keuangan yang telah membayar perusahaan minyak minyak untuk mempertahankan harga BBM selama masa pensiunan Presiden Uhuru Kenyatta.

Sebelum tindakan Ruto yang membuat harga bahan bakar di Kenya mencapai rekor tertinggi, pembayar pajak telah menghabiskan total Ksh 144 miliar, termasuk Ksh 60 miliar dalam empat bulan terakhir untuk mempertahankan program.

Sumber yang mengetahui pertemuan malam antara Ruto dan perusahaan minyak menyatakan bahwa Presiden ingin menurunkan harga bahan bakar yang mencapai rekor tertinggi.

Ruto memang yakin harga BBM akan naik karena arahannya mencabut subsidi BBM. Ia juga mewaspadai kekurangan pasokan minyak yang terlihat di bawah mantan Presiden Uhuru Kenyatta.

Anggota Parlemen Kandara Alice Wahome menyatakan bahwa Ruto tidak dapat sepenuhnya menarik program subsidi. Kementerian Energi juga memberi pengarahan kepadanya tentang keadaan bahan bakar di negara itu.

"Saya mengetahui laporan yang diterima Presiden tentang biaya bahan bakar dan hampir tidak mungkin baginya untuk mengurangi biaya. Tetapi hanya masalah waktu sebelum masalah ini diselesaikan," katanya.

(eds/eds)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT